Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

PRSU, Festival Danau Toba dan Ramadhan Fair Jadi Pilihan Kemenpar di Kalender Event Nasional 2017

PRSU, Festival Danau Toba dan Ramadhan Fair Jadi Pilihan Kemenpar di Kalender Event Nasional 2017
Festival Toba tahun 2016 yang lalu. (istimewa)
Rabu, 08 Februari 2017 16:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Pariwisata memilih tiga Destinasi Wisata Sumatera Utara di Kalender Event Nasional 2017. Tiga Event tersebut yakni Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Festival Danau Toba dan Ramadhan Fair 2017.

Dipilihnya tiga destinasi wisata Sumatera Utara tersebut adalah bagian dari program pemerintah Indonesia dalam upaya memenuhi target kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Dimana, Presiden Joko Widodo sendiri telah menetapkan target pada tahun 2019 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia harus mencapai 20 juta kunjungan dan 275 juta pergerakan perjalanan wisatawan nusantara.

Karena menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, sektor Pariwisata saat ini menjadi penyumbang PDB, devisa, dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah di Indonesia.

Pernyataan Menteri Pariwisata tersebut terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia, maupun pergerakan perjalanan wisatawan di dalam negeri.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty, beragam festival dan kegiatan diselenggarakan untuk meng attrack kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia pun telah dikenal dan dapat ditemui di setiap event Pariwisata.

Untuk mencapai target tersebut, banyak cara yang dilakukan guna meningkatkan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, salah satunya dengan melakukan promosi se-efektif dan semaksimal mungkin. Berdasarkan target Kementerian Pariwisata untuk tahun 2017, yakni sebesar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 265 juta pergerakan wisatawan nusantara, dibutuhkan sebuah dukungan promosi yang efektif dan dapat menarik minat wisatawan untuk datang berwisata ke Indonesia selain karena alam dan budayanya.

"Negeri 1000 Festival, begitu kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan Indonesia. Kekayaan alam dan keragaman budaya dari 34 Provinsi dirayakan melalui pesta, festival, carnival, baik berkonsep tradisional maupun kontemporer. Masing-masing Provinsi yang mempunyai 3 (tiga) event unggulan dan merupakan potensi bagi pengembangan pariwisata, dipromosikan secara nasional melalui Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata 2017," tukasnya.

Guna mendukung upaya pencapaian target kunjungan wisman itulah Kemenpar sudah menetapkan PRSU, Festival Danau Toba di Kawasan Toba dan Ramdhan Fair 2017 di Taman Sri Deli Mesjid Raya Medan, sebagai kalender iven nasional.

"Kita berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara benar-benar memanfaatkan peluang yang sudah kita amanahkan tersebut," ungkapnya.

Melalui brosur Calender of Event (CoE) tahun 2017 ini, diharapkan dapat memperkenalkan keragaman event yang ada di Indonesia dan membantu wisatawan dalam memilih serta menentukan destinasi mana yang akan dikunjungi untuk berwisata.

"Diharapkan pula dari penyelenggaraan event-event pilihan yang memiliki daya jual tinggi tersebut, dapat menggerakkan wisatawan untuk berkunjung ke daerah-daerah potensial di Indonesia," pungkasnya. ***

wwwwww