Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Internasional

Pasukan Zionis Tembak Mati 3 Muslim di Masjidil Aqsa, Palestina Bekukan Semua Kontak dengan Israel

Pasukan Zionis Tembak Mati 3 Muslim di Masjidil Aqsa, Palestina Bekukan Semua Kontak dengan Israel
Pasukan keamanan Israel mengumbar tembakan untuk membubarkan demonstran di situs al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). (sindonews.com)
Sabtu, 22 Juli 2017 11:16 WIB
YERUSALEM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan pembekuan semua kontak Palestina dengan Israel pasca kekerasan pasukan Zionis Israel di kompleks Masjid al-Aqsa yang menyebabkan tewasnya tiga muslim Palestina.

Pembekuan semua kontak antara Palestina dan Israel diumumkan Mahmoud Abbas melalui pidato yang disiarkan di televisi pada Jumat malam.

Abbas mengatakan semua kontak resmi dengan Israel akan dibekukan sampai detektor logam yang dipasang di kompleks masjid suci umat Islam itu dilepas.

''Saya menyatakan penghentian semua kontak dengan pihak Israel di semua tingkat sampai dia membatalkan tindakannya di Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan status quo,'' kata Abbas, yang dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (22/7/2017).

Pengumuman dari Abbas muncul setelah tiga warga Palestina tewas saat bentrokan dengan pasukan keamanan Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat pada hari Jumat. Mereka tewas setelah polisi Israel menembakkan amunisi, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan demonstran Palestina.

Jurnalis Al Jazeera, Harry Fawcet, melaporkan bahwa tindakan Abbas merupakan langkah besar. ''Itu berarti mengakhiri kerja sama keamanan, itu adalah sesuatu yang sebagian besar orang Palestina telah minta,'' katanya.

''Ini adalah cara untuk mencoba meningkatkan tekanan pada Israel untuk menghapus detektor logam yang telah memicu demonstrasi,'' lanjut dia.

Para pemimpin muslim dunia menuduh detektor logam tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk memperluas kontrol atas situs suci di Yerusalem tersebut. Israel membantah tuduhan itu.

PBB telah menyerukan de-eskalasi kekerasan dan ketegangan di Yerusalem. Juru bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan kebebasan umat beragama di Yerusalem harus dihormati.

''Apa yang penting bagi semua orang di tempat-tempat suci, termasuk semua jemaah di tempat-tempat suci, merasa bahwa kebebasan beragama mereka dihormati,'' katanya.

''Masalahnya rumit dan kami memahami masalah keamanan yang sah, namun di sisi lain penting bahwa status quo di lokasi tetap dipertahankan.''***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Badminton, Olympic, Metropolitan
wwwwww