Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
24 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Badminton

Peringatan Hari Anak Nasional, 800 Anak Marjinal Ikut Jambore di Ragunan

Peringatan Hari Anak Nasional, 800 Anak Marjinal Ikut Jambore di Ragunan
Istimewa.
Sabtu, 22 Juli 2017 17:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menyambut Hari Anak Nasional, organisasi Sahabat Anak menggelar jambore khusus untuk anak-anak marjinal, mereka terdiri dari anak jalanan, pemulung, kuli, pemgamen, atau pengemis.

Sekitar 800 anak marjinal dilibatkan dalam kegiatan yang digelar selama dua hari ini, yaitu Sabtu-Minggu, 22-23 Juli 2017.

"Tahun ini temanya adalah peningkatan kesadaran tentang perlindungan anak, terutama soal anggapan bahwa keluarga harus jadi pelindung utama bagi anak," ujar Koordinator Jambore Sahabat Anak Saskia Risita Indrasari saat dijumpai di Bumi Perkemahan Ragunan, Sabtu, 22 Juli 2017.

Saskia mengatakan sejak awal tahun, organisasinya sudah menggelar kampanye yang menyasar keluarga. Pasalnya, kata Saskia, keluarga adalah motor dalam melindungi anak-anak mereka. Menurut Saskia, setiap orangtua harus mampu merangkul anaknya.

Pada jambore kali ini, kata Saskia, kelompoknya juga ingin membangun kesadaran tersebut lewat anak. Selama dua hari semalam, sekitar 800 anak tersebut akan mendapatkan bimbingan dari kakak pendamping. Para relawan akan memberikan penjelasan dan pemahaman bahwa mereka berhak untuk dilindungi dan mereka berhak bersuara untuk memperjuangkan haknya. 

"Ketika mendapatkan kekerasan dari orang lain, diharapkan anak-anak itu akan sadar bahwa mereka tidak layak untuk mendapatkan kekerasan terhadap fisik, terlebih mereka anak marjinal," ujar Saskia. 

Selain itu, Saskia berharap anak-anak yang terlibat dalam jambore itu semakin sadar akan isu perlindungan anak yang jadi haknya. Selain itu, masyarakat yang terlibat juga diharapkan sadar akan perannya untuk melindungi hak anak. Kesadaran tersebut juga diharapkan melekat pada 400 relawan yang terlibat dalam jambore ini. 

Sebagian peserta jambore ini merupakan anak binaan dari organisasi Sahabat Anak yang tersebar di tujun wilayah tetap. Sementara, untuk tahun ini sekitar 27 wilayah lain yang jadi mitra juga ikut terlibat.

Anak-anak yang terlibat biasanya berada, pada tentang usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). "Mereka semua tergabung dalam 20 tenda yang digabung dari berbagai wilayah," ujar Saskia.

Adapun kegiatan hari ini hingga besok seiring Hari Anak Nasional meliputi aktivitas hias tenda, hiburan, permainan edukatif, dan olahraga. ***

Sumber:Tempo.co
Kategori:Badminton, Olympic, Umum, Voli, DKI Jakarta
wwwwww