Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
19 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
21 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
23 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

PT First Travel Ditutup OJK, 25 Ribu Calon Jamaah Umrah Belum Diberangkatkan

PT First Travel Ditutup OJK, 25 Ribu Calon Jamaah Umrah Belum Diberangkatkan
Sabtu, 22 Juli 2017 15:21 WIB
JAKARTA - Operasional PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel sudah ditutup Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 18 Juli 2017. Namun masih ada 25 ribu calon jamaah umrah yang sudah membayar, belum diberangkatkan perusahaan tersebut.

''Jumlah itu sesuai info dari First Travel,'' Kata Ketua Satgas Waspada Investasi O JK Tongam L Tobing saat dihubungi hari ini, 22 Juli 2017, seperti dikutip dari tempo.co.

Pada 18 Juli lalu, Satgas Waspada Investasi OJK menutup agen penyelenggara ibadah haji dan umrah First Travel. Menurut Tongam, First Travel menawarkan promo umrah yang harganya tidak masuk akal, yakni Rp14,3 juta. 

''Berdasarkan analisis kami serta pembahasan dengan First Travel dan Kementerian Agama, program ini tidak sesuai dengan harga terendah umrah yang mana biaya terendah sekitar US$ 1.600 atau sekitar Rp22 juta,'' ucap Tongam.

Tongam pun menyatakan, First Travel juga merugikan masyarakat sebab keberangkatan jamaah yang mendaftar pertama tergantung pembayaran peserta baru.

''Artinya, ada kegiatan seperti gali lobang tutup lobang yang akhirnya merugikan masyarakat yang mendaftar belakangan,'' ujarnya.

Tongam meminta calon jamaah umrah klien First Travel tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada manajemen First Travel untuk mengurus keberangkatan mereka. ''Pemberangkatan akan dilakukan bertahap,'' ujarnya.

Kementerian Agama pernah memanggil First Travel untuk mengklarifikasi masalah penundaan keberangkatan 270 jamaah umrah asal Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut Wakil Direktur First Travel Annisa Hasibuan, penundaan keberangkatan tersebut lantaran kesulitan mengurus visa.

Menurut Annisa, jamaah umrah yang terlambat akan diberangkatkan oleh First Travel pada Oktober, November, dan Desember 2017.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ekonomi, Badminton
wwwwww