Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua MPR Zulkifli: Pendapatan Berkurang, Daya Beli Turun

Ketua MPR Zulkifli: Pendapatan Berkurang, Daya Beli Turun
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (istimewa)
Kamis, 05 Oktober 2017 01:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan, daya beli masyarakat memang turun seiring berkurangnya pendapatan.

Dia mengaku sudah berkeliling di sejumlah daerah dan menemukan bahwa pasar memang lagi lesu.

Zulkifli mencontohkan, biasanya masyarakat membeli batik satu bulan tiga kali, tapi sekarang belum tentu bisa seperti itu.

"Jadi menang selera untuk membeli itu turun karena duitnya turun, pendapatannya berkurang,” ungkap Zulkifli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/10).

Dia membandingkan jika dulu harga komoditi yang tinggi, orang masih bisa berbelanja karena memiliki banyak uang.

Kalau sekarang, kata dia, kemungkinan pembelian berkurang. "Sekarang mungkin berkurang, bukannya tidak ada (yang membeli) tapi untuk beli “ah nanti dulu deh”,” jelas Zulkifli.

Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyarankan pemerintah mempercepat pembangunan ekonomi berbasis seperti infrastruktur.

"Sayangnya kan hanya BUMN saja kan, swasta tidak. Artinya padat karya harus digenjot sehingga orang banyak bekerja dapat pendapatan, kemudian ekspor kita digenjot," ungkapnya. ***

wwwwww