Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Bocah 8 Tahun Masuk Islam, Kepala KUA Delta Pawan: Dia Sudah Fasih Syahadat bahkan Tau Artinya dan Yakin Allah Tuhannya

Bocah 8 Tahun Masuk Islam, Kepala KUA Delta Pawan: Dia Sudah Fasih Syahadat bahkan Tau Artinya dan Yakin Allah Tuhannya
Istimewa.
Sabtu, 07 Oktober 2017 19:24 WIB
KETAPANG - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Delta Pawan, M Syafi’ie mengaku sejak bertugas di KAU pada 2001 silam hingga 2017. Baru pertama kalinya ia mengalami kejadian langka pada Kamis, (5/10/2017) kemaren.

Kejadian itu yakni ada anak baru kelas dua sekolah dasar dan berusia delapan tahun, Yogi Setiady secara pribadi mau masuk Islam.

Bahkan keinginan itu direstui orangtuanya hingga mengantarkan anak tersebut ke hadapannya untuk mengislamkannya.

Awalnya saya tak percaya kok baru delapan tahun dan kelas dua SD mau msuk Islam. Saya kira tak diketahui orangtuanya,” katanya kepada awak media di Ketapang, Jumat (6/10/2017).

Namun ternyata anak itu didampingi ibu kandungnya langsung dan guru agamanya. Serta disaksikan oleh dua orang tetanggannya.

“Mereka datang kemarin (Kamis, 5/10-red) pukul 14.14 WIB untuk mengesahkan anak itu beragama Islam,” ucapnya.

Ia mengungkapkan selama ini memang banyak yang masuk Islam. Tapi sudah dewasa bahkan rata-rata ditentang keluarganya. “Tapi yang ini anak kecil malah direstui oleh orangtuanya dan disaksikan ibu kandungnya sendiri,” ungkapnya.

Diceritakannya sebelum Kamis (5/10) memang ada meminta formulir untuk masuk Islam dan pihaknya pun tak tahu untuk siapa.

Kemudian pada Kamis itu ada stafnya menyerahkan formulir untuk seseorang masuk Islam. “Saya liat anak delapan tahun. Jadi saya tanya orangtuanya mana, kata staf saya ada. Saya suruh staf itu panggil dulu orangtuanya karena tidak ada paksaaan memeluk Islam. Tapi penjelasan ibunya, anaknya sendiri maksa minta masuk Islam,” jelasnya.

Sebelum mengIslamkan Yogi ia juga sempat benar-benar bertaya pada ibu Yogi, Eriyanti (44) terkait tujuan mereka tersebut. Menurutnya ibu Yogi malah menjelaskan sebelum dibawa ke hadapannya memang Yogi sudah belajar sendiri tentang Islam.

Bahkan tiap ada azan Yogi sering ke masjid ikut salat bersama orang-orang Islam lainnya. Ketika diajak ke tempat ibadah ibunya, Yogi tak mau tapi malah sering pergi melihat dan belajar ke Taman Pendidikan Alquran (TPA) di tempatnya.

Syafi’ie menuturkan bahkan menurut ibunya, Yogi minta disunat. "Sebelum mengIslamkannya saya juga sempat mengetesnya untuk mengucapkan kalimat syahadat. Ternyata ia melafazkannya lancar sekali bahkan tahu artinya,” ungkapnya.

“Kemudian saya tanya apakah tahu membca Alquran. Ternyata dia sudah banyak hafal ayat-ayat Alquran. Ia hafal Surah Alfateha, Al-Ikhlas. Ia juga hafal doa secara Islam untuk ibu bapak, doa makan dan ayat serta doa lain juga banyak dia hafal,” lanjutnya.  

“Saya seakan-akan tak percaya bocah kecil yang lahir dari kelurga non muslim ini ternyata mampu melafazkan syahadat sangat lancar. Jadi sebanyak-banyaknya yang masuk Islam baru pertama ini saya temukan begini,” tambahnya.

Ia pun sangat terharu terhadap keinginan Yogi belajar sendiri belajar mengaji, solat hingga memeluk agama Islam. Ia juga sangat salut terhadap kedua orang Yogi yang mengikhlaskan dan merestui keinginan besar anaknya meskipun masih kecil.

“Saya salut dan mengapresiasi sikap Yogi. Terlebih kedua orgnya yang mengikhlaskan anaknya memeluk Islam yang berbeda keyakinan samanya,” ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tribunews
Kategori:DKI Jakarta, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww