Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Pengamat: Daripada Tito, Jokowi Lebih 'Greget' Gaet Gatot di Pilpres 2019

Pengamat: Daripada Tito, Jokowi Lebih Greget Gaet Gatot di Pilpres 2019
Ilustrasi.
Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27 WIB
JAKARTA - Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo muncuk dalam bursa calon Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Namun, sejumlah kalangan beranggapan jika Gatot lebih pantas mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Presiden ketimbang jadi Presiden.

Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Menurutnya, Gatot merupakan pribadi yang matang. Dengan latar belakang militer, Gatot lebih tepat disandingkan bersama Jokowi berlatar belakang sipil.

Apalagi TNI memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik Indonesia."Karena secara politik di negara manapun, termasuk di Indonesia, (militer) punya pengaruh besar dalam konteks politik di Indonesia," ujar Ujang kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Ketika disinggung mana yang lebih cocok, Gatot atau Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, Ujang ternyata lebih sreg dengan Gatot. Ujang percaya jika Gatot bakal menyerap banyak suara dari kalangan keluarga militer termasuk para purnawirawan.

"Sebenarnya secara politik lebih cocok menggaet tentara," imbuhnya.

Lagipula dengan menyandingkan Gatot, maka marwah militer akan kembali menguat. Karena pasca reformasi, peran TNI tampak mulai terlupakan. Buntutnya para keluarga militer akan menyalurkan suara ke Gatot.

"Menurut saya yang banyak terlupakan itu TNI. TNI itu pasca reformasi perannya selain pertahanan, peran sosial politiknya enggak ada. Dikebiri. Disatu sisi kewenangan polisi besar sekali," tutupnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kriminalisasi.com
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww