Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
15 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
13 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
11 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
21 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Umum

Dayah di Aceh Diwacanakan Jadi Sentral Pembinaan Manasik Haji

Dayah di Aceh Diwacanakan Jadi Sentral Pembinaan Manasik Haji
Pertemuan Kepala Kanwil Kemenag Aceh M Daud Pakeh dengan Abu Mudi di Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen, kemarin.
Minggu, 29 Oktober 2017 09:28 WIB

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M Daud Pakeh sowan ke Rumah ulama Aceh, Tgk Hasanoel Basri atau Abu Mudi di Dayah Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireuen, Sabtu (28/10/2017).

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag menyampaikan gagasan tentang wacana menjadikan dayah sebagai sentral pembinaan manasik bagi calon jemaah haji. Di mana nantinya akan dibentuk sebuah lembaga semacam KBIH, akan tetapi lembaga ini lebih kepada pembinaan calon jemaah bukan orientasi bisnis.

Gagasan tersebut disambut baik Abu Mudi, bahkan tokoh ulama Aceh itu meminta Abiya Anwar untuk melengkapi bahan agar program tersebut dapat segera dilaksankan.

Selain itu, Kakanwil bersama Abu Mudi berdiskusi soal pembangunan bidang agama di bumi Aceh. Di antara pembahasan tokoh ulama dan umara tersebut tentang upaya peningkatan mutu ma’had aly (perguruan tinggi keagamaan berbasis pesantren) di Aceh, agar peran dan fungsinya kian dirasakan masyarakat.

Saat ini Kementerian Agama  RI telah mengeluarkan SK 26 ma'had aly dari 34 provinsi se-Indonesia. Dua di antaranya ada di Aceh, pertama Ma'had Ali Dayah Mudi Mesra Samalanga dengan program takhasus fiqh dan ushul fiqh dan Ma'had Aly Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya dengan takhassus tafsir wa ulumuhu dan fiqh wa usulihi.

"Kita berharap ke depan ma''had aly di Aceh bertambah dan ada pemerataan, seperti wilayah barat selatan dan juga tengah," ujar Kakanwil.

Menurut Kakanwil, ma'had aly merupakan wujud pelembagaan sistemik tradisi intelektual pesantren tingkat tinggi yang keberadaannya melekat pada pendidikan pesantren, sehingga perlu dilakukan beberapa langkah untuk memajukan ma'had aly tersebut, sehingga ia bisa menjadi menjadi pusat kajian keilmuan ke-Islaman dan ke-pesantrenan secara sekaligus.

Hal tersebut tersebut disambut baik oleh Abu Mudi yang didampingi sejumlah civitas Dayah Mudi Mesra.

Pertemuan Kakanwil dengan Abu Mudi juga didampingi sejumlah dewan guru Dayah Mudi Mesra dan pimpinan Ma'had Aly Dayah Darul Munawwarah, Abiya Anwar. Dalam pertemuan tersebut juga membahas sejumlah perkembangan isu terkini seputar keagamaan di Aceh.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, Umum
wwwwww