Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Beginilah Curhat Seorang Napi Wanita dari Balik Jeruji

Beginilah Curhat Seorang Napi Wanita dari Balik Jeruji
Senin, 25 Desember 2017 16:07 WIB

MEDAN - Seorang narapidana yang tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas IIA Tanjunggusta Medan, Yusnida (43) mengaku memendam rasa rindu terhadap keluarganya.


Yusnida merupakan warga Labuhanbatu Utara. Dalam tiga tahun terakhir, ia harus melalui hari-harinya dibalik jeruji setelah divonis dengan hukuman penjara selama 4 tahun 10 bulan oleh Pengadilan Tipikor Medan.

"Sedih, ibunya disini nggak pulang-pulang. Rindu keluarga. Doain ya supaya bisa cepat pulang," ungkap Yusnida.

Ia mengaku selama menjalani hidup di Lapas Wanita Klas IIA Tanjunggusta Medana, Yusnida kerap dikunjungi keluarga dan kelima anaknya dalam waktu tiga bulan sekali.

"Kalau keluarga datang sekitar tiga bulan sekali. Semoga anak-anak disana baik-baik, dapat membanggakan orangtua, kangen kali. Semoga mereka sehat disana," harapnya.

Untuk melupakan rasa rindunya, Yusnida mengisi hari-harinya dengan turut serta bergabung dengan tim kerajinan tangan.

"Saya disini mengisi waktu dengab buat kerajinan tangan, merajut bunga, lobe dan tempat tisu. Kalau buat tas sesuai pesanan pun bisa, tapi siapnya sekitar 3 hari untuk satu tas," jelas wanita paruh baya itu.

Selain mengasah ketrampilan, Yusnida juga bisa memperoleh penghasilan dari kegiatan ketrampilan yang digelutinya selama berada di balik jeruji.

"Kalau pesanan banyak, bisa dapat Rp 5 juta. Kadang hanya Rp 500 ribu, tergantung pesanan," terangnya.

Editor:Wen
Sumber:tribun
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, PON
wwwwww