Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
6 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Usung Calon Lain di Pilgub, LAKRI: Prabowo dan Gerindra Lecehkan Warga Jatim

Usung Calon Lain di Pilgub, LAKRI: Prabowo dan Gerindra Lecehkan Warga Jatim
Ilustrasi.
Senin, 25 Desember 2017 17:56 WIB
JAKARTA - Aktivis Lembaga Antikorupsi Republik Indonesia (LAKRI) Ical Syamsuddin menyesalkan sikap DPP Partai Gerindra yang mengalihkan dukungan dari mantan Ketua PSSI La Nyala Mahmud Matalitti kepada mantan pembalap Moreno Suprapto, untuk Pilgub Jawa Timur 2018.

"Ini sesuatu yang melukai hati seseorang, dan seharusnya tidak dilakukan oleh sang Negarawan, dalam hal ini  Prabowo Subianto sebagai ketua umum Gerindra," katanya, melalui keterangan tertulis, Minggu (24/12/2017).

Ia mengingatkan bahwa Prabowo telah memberikan surat tugas kepada La Nyala untuk mencari dukungan politik dari partai lain agar dapat diusung Gerindra di Pilgub Jatim 2018.

Dan pengalihan dukungan kepada Moreno itu, menurutnya, tidak hanya merupakan bentuk pelecehan terhadap La Nyala yang saat ini menjabat sebagai ketua Kadin Jatim, tapi juga merupakan caracter assasination terhadapnya.

Ia percaya, sikap Gerindra ini akan berpengaruh negatif  terhadap citra partai itu mata masyarakat, karena partai ini akan dianggap sebagai partai yang tidak konsisten dan tak segan-segan memperlihatkan "monopoli kekuasannya" melalui selembar surat tugas,  tanpa mempedulikan bagaimana perasaan kader yang mendapat tugas itu saat tiba-tiba dukungan dilihkan ke pihak lain.

"Baru kali ini saya melihat ada partai politik yang memberikan surat tugas kepada calon yang diusung. Seharusnya kalau Gerindra serius hendak mendukung La Nyalla, tentunya bukan surat tugas yang diberikan kepadanya untuk mencari partai pendukung atau koalisi, melainkan Gerindra lah yang berjibaku membantu melobi partai lain untuk diajak berkoalisi mengusung La Nyala sebagai Cagub," imbuhnya.

Ia tegas menyatakan kalau apa yang dilakukan Gerindra ini merupakan preseden buruk, dan ke depan Gerindra akan rugii besar jika mempertahankan sikap seperti itu.

"Sebaiknya Prabowo dan Gerindra-nya mempertimbangkan kembali dukungannya kepada Moreno untuk diusung di Pilgub Jawa timur 2018," pungkasnya.

Seperti diketahui, La Nyala berniat maju di Pilgub Jatim, dan sebagai kader Gerindra, ketua Kadin Jatim itu mengajukan diri ke DPP partai berlambang burung Garuda itu.

Lalu DPP Gerindra mengelurkan surat tugas bagi La Nyalla untuk mencari dukungan dari partai lain yang mu diajak berkoalisi mengusungnya.

Salah satu poin dalam surat yang diteken Prabowo itu menyatakan, jika hingga 20 Desember La Nyalla gagal mendapat dukungan dari partai lain, maka secara otomatis surat itu tidak berlaku lagi. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Timur
wwwwww