Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Produksi Buah Rambutan Langkat Masih Bisa Dipasok ke Aceh

Produksi Buah Rambutan Langkat Masih Bisa Dipasok ke Aceh
Selasa, 26 Desember 2017 08:02 WIB

Langkat-Meski produksinya tidak mencukupi pada musim buah tahunan di 2017 ini, tetapi, rambutan dari Kecamatan Wampu, Langkat masih sempat dipasok ke Aceh.

Harga jualnya pun lumayan tinggi, 1 ikat berisi 15 buah rambutan, dijual eceran Rp 10.000.

"Kalau kita jual eceran di Stabat ya Rp 10.000/ikat, kalau kita kirim ke Banda Aceh hanya Rp 8.000/ikat, ongkos kirim pedagang yang mengorder di Banda Aceh. Petani menjual ke kita Rp 5.500/ikat, biasanya hanya Rp 4.000/ikat, ini karena buah rambutan berkurang produksinya," kata Ahmadi, pemasok rambutan untuk Aceh ketika ditemui di Stabat, Langkat.

Sedangkan rambutan brahrang dari Kota Binjai yang ramai dijual di pinggiran Jalinsum Karang Rejo Stabat juga tidak membludak seperti musim buah tahunan di tahun 2016.

"Memang kurang ramai yang jual rambutan, jadi tidak semarak, karena rambutannya pun kurang. Kami jual perikat isi 20 biji ini Rp 20.000, karena memang agak mahal ambilannya, kata Suparni, penjual rambutan di pinggiran Jalinsum Karang Rejo, Stabat, Langkat.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi
wwwwww