Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Produksi Pupuk PIM Terhenti, Jokowi Diminta Turun Tangan

Produksi Pupuk PIM Terhenti, Jokowi Diminta Turun Tangan
Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cekmad
Selasa, 16 Januari 2018 08:48 WIB

LHOKSEUMAWE – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, meminta Presiden Joko Widodo turun tangan terkait persoalan suplai gas sebagai bahan baku PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM).

Pasalnya produksi perusahaan plat merah itu dihentikan karena tidak tersedianya gas sebagai bahan baku.

Selain itu, pria yang akrab disapa Cek Mad itu meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf untuk mengadvokasi kasus kelangkaan gas itu ke pemerintah pusat. Sehingga, dalam waktu dekat PT PIM bisa beroperasi kembali.

“Ini industri satu-satunya terbesar yang beroperasi di Aceh Utara saat ini. Kita minta, ini menjadi perhatian serius Pak Presiden dan Pak Gubernur. Sayang sekali jika terhenti karena suplai gas, apalagi PT PHE sebagai perusahaan yang beroperasi di Aceh Utara menyatakan gas masih sangat cukup,” kata politisi Partai Aceh tersebut, Selasa (16/1/2018).

Dia menyebutkan, jangan sampai PT PIM tutup seperti industri raksasa lainnya di Aceh yaitu PT Aceh Asean Fertilizer (PT AAF), PT Kertas Kraf Aceh, dan lain sebagainya.

“Apalagi PIM ini menyuplai pupuk bersubsidi untuk enam provinsi di Sumatera. Kalau PIM tutup, pupuk akan terkendala, karyawan akan menganggur dan lain sebagainya. Itu cobaan sangat besar untuk daerah ini. Untuk itu mari segera mencari solusinya,” kata bupati.

Sementara itu, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof Apridar menyebutkan, Menteri BUMN Rini Soemarno, harus segera memanggil seluruh BUMN seperti PT PHE, PT PIM, PT PAG terkait suplai gas sebagai bahan baku pupuk.

“Persoalan ini jangan dibiarkan terlalu lama. Aceh sangat rugi jika industri itu tutup hanya karena tidak ada bahan baku. Ini perlu pembahasan segera oleh Menteri Rini,” kata guru besar bidang ekonomi ini.

Dia meminta, DPR juga membahas permasalahan ini secara serius. Jika diperlukan, sambung Apridar, DPR bisa memanggil Rini Soemarno untuk memastikan ketersediaan gas untuk PT PIM.

“Karena, dampak yang ditimbulkan sangat besar, pengangguran bertambah dan lain sebagainya jika PT PIM tutup hanya karena gas tidak ada. Padahal PIM berada di ladang gas,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, produksi pupuk dari PT PIM terhenti sementara karena terkendala gas sebagai bahan baku. Untuk memenuhi suplai pupuk masyarakat, PIM terpaksa mendatangkan pupuk dari PT Pupuk Sriwijaya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww