Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
23 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
17 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
16 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Tarif Dasar Listrik BUMD Tuah Sekata Melebihi PLN?

Tarif Dasar Listrik BUMD Tuah Sekata Melebihi PLN?
RDP Komisi III DPRD Pelalawan bersama BUMD Tuah Sekata, Senin (15/1/2018).
Selasa, 16 Januari 2018 10:29 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - DPRD Pelalawan memanggil Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata untuk memberikan klarifikasi terkait adanya aduan masyarakat Pangkalan Kerinci.

Perusahaan pelat merah ini dituding menetapkan tarif dasar listrik (TDL) kepada pelanggannya melebihi tarif Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kita dapat laporan dari masyarakat, bahwa listrik BUMD Tuah Sekata tarifnya lebih tinggi," kata Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar, kepada GoRiau.com usai rapat dengar pendapat (RDP), Senin (15/1/2018) sore.

Lanjutnya, terkait adanya laporan masyarakat tersebut Komisi III yang membidangi hal ini memanggil pihak BUMD Tuah Sekata untuk memberikan penjelasan.

"Tadi sudah kita minta penjelasan ke mereka (BUMD, red), kalau mereka tetap mengikuti TDL. Bahkan kata mereka selama BUMD mengelola listrik tak pernah menerapkan TDL melebihi tarif PLN, bahkan dibawah PLN," papar Imustiar.

Meskipun aduan masyarakat tersebut tanpa data, tutur politisi Golkar ini, pihaknya tetap menerima dan menindak lanjuti aduan masyarakat tersebut.

Diungkapkan dia, selain persoalan itu masyarakat juga mempertanyakan soal penempatan lampu penerangan jalan. Warga menginginkan lampu penerangan jalan terpasang di tempat strategis.

"Dasar penempatan lampu jalan seperti apa, kita tanya juga. Menurut penjelasan mereka itu otomatis, karena sudah ada alat ukurnya," pungkas Imustiar.***

Kategori:PON
wwwwww