Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Umum

Miris, Tak Ada Bangku dan Meja Sekolah Puluhan Siswa SD 007 Kerumutan Pelalawan Belajar di Lantai

Miris, Tak Ada Bangku dan Meja Sekolah Puluhan Siswa SD 007 Kerumutan Pelalawan Belajar di Lantai
Begini kondisi proses belajar mengajar di SDN 007 Desa Tanjung Air Hitam, Kecamatan Kerumutan.
Kamis, 08 Februari 2018 14:42 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Proses belajar mengajar SDN 007 Desa Tanjung Air Hitam, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan memprihatinkan. Puluhan siswa terpaksa belajar di lantai lantaran tidak memiliki meja dan kursi.

Mirisnya kondisi para siswa saat belajar itu, disampaikan oleh salah seorang guru, Arifin, kepada GoRiau.com, Kamis (8/2/2018).

Siswa kelas dua ini terpaksa belajar di lantai karena tidak ada bangku dan meja di ruang perumahan guru yang dijadikan sebagai tempat belajar mengajar siswa kelas dua tersebut.

"Bangunan semi permanen berukuran 6 X 5 meter itu, hanya dialasi karpet plastik. Itu kan sebenarnya perumahan guru yang dijadikan lokal," ungkap Arifin.

Menurutnya, setiap tahun ajaran baru jumlah siswa terus meningkat. Akibatnya, kapasitas ruang belajar tidak lagi dapat menampung jumlah siswa setiap tahunnya.

"Jumlah peserta didik baru setiap tahun terus meningkat. Karena banyak anak-anak dari karyawan PT MAL dan PT Kosta Palmira lebih memilih bersekolah di SDN 007," paparnya.

Arifin berharap, pemerintah melalui dinas terkait bisa membangun ruang belajar baru agar siswa dapat belajar dengan layak. "Permintaan kita, bisa dibangun lokal baru. Karena setiap tahun ajaran baru, jumlah siswa meningkat," tutupnya. ***

Kategori:Umum
wwwwww