Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Riau

RAPP dan Disdik Riau Bersinergi Cegah Karhutla Sejak Dini

RAPP dan Disdik Riau Bersinergi Cegah Karhutla Sejak Dini
Wakil Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing Riau, Misra Wati, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Riau Drs Joyosman MM, SHR RAPP Roni Hasfikar dan Manager Program FFVP Sailal Arimi membaca kom
Kamis, 08 Februari 2018 14:33 WIB
PEKANBARU - Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di masyarakat dapat dilakukan dengan banyak cara. Satu diantaranya adalah mengubah pola pikir masyarakat semenjak dini.

Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Drs Joyosman MM mengatakan diperlukan sosialisasi terus menerus untuk mengubah pola pikir siswa didik terkait pencegahan karhutla. Melalui cara itu, pencegahan dan bahaya kebakaran dapat tertanam di pikiran siswa hingga dewasa nanti.

"Kami dari Dinas Pendidikan menyambut baik program Fire Aware Community (FAC-red) Goes to School RAPP ke sekolah-sekolah di Riau. Saat ini sekolah memiliki program penguatan pendidikan karakter. Lewat program ini, pengetahuan pencegahan karhutla bisa disampaikan kepada siswa. Karena, itu yang dibutuhkan di masyarakat," ujarnya, Rabu (7/2/2018) di Pekanbaru.

Ia menambahkan program FAC Goes to School sendiri menarik karena penyampaian materi didukung komik bergambar. Hal tersebut menambah ketertarikan siswa didik untuk mencegah terjadi karhutla.

"FAC ini juga bersinergi dengan program pemerintah, yakni Adiwiyata. Sekolah dapat menciptakan lingkungan sehat, rindang, bersih, nyaman dan terhindar dari asap," tuturnya.

Wakil Kepala Sekolah MI Hubbul Wathan, Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing Riau, Misra Wati mengatakan program FAC Goes to School ini sangat bagus. Sebab, hal ini menyangkut dengan lingkungan sekolah dan desa.

"Anak didik bisa mengetahui bahaya mengenai karhutla sehingga mereka tidak sembarangan bermain api. RAPP sendiri telah lama peduli dengan lingkungan, bahkan membantu masyarakat memberikan pemahaman mengenai karhutla," tuturnya.

Free Fire Village Program (FFVP) Manager, Sailal Arimi memaparkan pencegahan kebakaran hutan harus dimulai sejak dini. Hal ini dilakukan agar di masa depan tidak akan terjadi karhutla di Indonesia. Sosialisasi ini sendiri bertujuan untuk mengajarkan siswa didik untuk mencintai lingkungan dan mengajak orang tua mereka untuk membuka lahan tanpa bakar.

"FAC sendiri merupakan program dari FFVP. Kami menyasar ke siswa agar mereka paham apa itu karhutla dan dampaknya. Tahun 2018 sendiri sekitar 200 sekolah yang kami kunjungi untuk mensosialisasikan mengenai karhutla dengan harapan pola pikir mereka berubah," papar Sailal didampingi Stakeholder Relations (SHR) RAPP, Roni Hasfikar.

Hal senada disampaikan General Manager Stakeholder Relations (SHR) RAPP, Wan Mohd Jakh Anza mengatakan perusahaan berkomitmen dalam mengatasi karhutla di Riau. Termasuk dalam upaya pencegahan. Di antaranya melalui kegiatan sosialisasi karlahut berkelanjutan di masyarakat. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Riau, PON
wwwwww