Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Tim Putri Indonesia Unggul 1-0 Atas Tiongkok

Tim Putri Indonesia Unggul 1-0 Atas Tiongkok
Fitriani. (istimewa)
Kamis, 08 Februari 2018 11:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Fitriani menyumbang angka kemenangan pertama bagi tim putri Indonesia dalam pertarungan melawan Tiongkok di penyisihan Grup Z Badminton Asia Team Championships 2018.

Indonesia sementara unggul 1-0 setelah Fitri menundukkan Chen Yufei, dengan skor 16-21, 21-12, 21-15 di Stadium Sultan Abdul Halim Alor Setar, Malaysia, Kamis (9/2/2018).

Kehilangan game pertama, penampilan Fitri tak menurun di game kedua. Ia justru bangkit dan mencoba menembus pertahanan Chen.

Fitri pun bermain lebih agresif dengan penempatan shuttlecock yang sulit dijangkau lawan. Beberapa kali Chen mati langkah tak dapat mengambil shuttlecock yang diletakkan Fitri di sudut lapangan.

Pada game ketiga, Fitri semakin percaya diri. Sempat tertinggal, Fitri tak putus asa. Permainan reli balik serangnya terus membuahkan hasil. Chen yang lebih diunggulkan, semakin di bawah tekanan.

“Syukur alhamdulillah saya bisa menyumbang angka untuk tim. Awalnya agak tegang karena saya jadi tunggal pertama. Apalagi rekor pertemuan saya 1-3,” kata Fitri.

“Di game pertama saya masih sering ragu-ragu, ada faktor angin juga. Pada game kedua, saya lebih berani relinya. Sebetulnya kalau saya tahan, bisa menjauhkan shuttlecock dari jangkauan lawan dan pukulan lawan yang susah itu bisa saya kembalikan, lama-lama dia jadi nggak percaya diri juga sama pukulannya,” ujar Fitri.

“Chen kelihatan agak lemas waktu mengejar bola. Mungkin karena ini pertandingan beregu, beda dengan perorangan. Penampilannya beda dengan pertemuan terakhir kami,” katanya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww