Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
20 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Riau

Meski Peralatan Tak Mendukung, Komisi IV DPRD Minta MTsN Tembilahan Tetap Laksanakan UNBK

Meski Peralatan Tak Mendukung, Komisi IV DPRD Minta MTsN Tembilahan Tetap Laksanakan UNBK
Kamis, 08 Februari 2018 11:53 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Dari semua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Inhil, Riau, pada tahun 2017 lalu, hanya satu sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yaitu SMPN 1 Tembilahan Hulu.

Untuk tahun ini, direncanakan akan ada tambahan dua sekolah yang menerapkan UNBK, yaitu SMPN 1 Tembilahan dan MTsN Tembilahan.

Namun demikian, karena peralatan yang tidak mendukung, maka MTsN pun terancam tidak bisa menerapkan UNBK untuk 357 siswa dan siswi kelas IX di sekolah tersebut.

Mengetahui hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Hasmawi pun langsung bertindak, ia pun langsung datang ke sekolah tersebut.

"Saya selaku Komisi IV dan alumni merasa prihatin jika MTsN tidak jadi menerapkan UNBK, karena sekolah unggulan. Makanya, saya pun gelar pertemuan dengan semua pihak terkait, termasuk sekolah dan Dinas Pendidikan," ujar Hasmawi saat berbincang dengan GoRiau.com.

Setelah dilakukan pertemuan, dijelaskan Politisi Partai Demokrat itu, disepakati lah bahwa MTsN akan melaksanakan UNBK dengan menumpang di MAN Tembilahan.

Meski demikian, yang masih menjadi kendala, dijelaskannya karena ketersedian ruangan kelas yang tidak sesuai dengan banyaknya jumlah siswa MTsN.

"Kelasnya tidak cukup, bisa-bisa, tapi harus 4 sift, sementara Dinas meminta hanya 3 sitf. Itu yang sedang kita pikirkan saat ini," lanjutnya.

Terkait permasalahan itu, ia pun meminta kepada Dinas Pendidikan harus mengambil tindakan, apakah dengan memberikan izin ujian dengan 4 sift atau menambah peralatan.

"Saran saya, sebaiknya minta saja murid yang punya laptop untuk membawanya, atau menambah server dengan meminjam dari SMK. Kalau tidak bisa juga ya buat 4 sift, yang jelas MTsN harus UNBK,"(adv)

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww