Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Debit Air Banjir Meningkat, Warga Perumahan Sadira Green Village Kubang Terancam Mengungsi

Debit Air Banjir Meningkat, Warga Perumahan Sadira Green Village Kubang Terancam Mengungsi
Banjir di Kubang Raya.
Rabu, 07 Maret 2018 17:21 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Debit air banjir yang meluap di wilayah Perumahan Sadira Green Village Kubang Raya, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terpantau semakin naik hingga Rabu (7/3/2018) sore.

Selain merendam pemukiman warga, banjir yang mencapai ketinggian 40-50 cm ini juga melumpuhkan aktivitas warga dan juga akses transportasi warga yang notabene-nya menggunakan sepeda motor.

Pantauan GoRiau.com di lokasi hingga pukul 17:00 WIB, puluhan warga mulai mengemas-ngemas barang berharga mereka, khususnya seperti barang elektronik dan peralatan yang tidak tahan air.

Sementara itu, sebagiannya lagi terlihat tetap bertahan di rumah yang kondisinya terendam banjir. Saat makan dan hendak beristirahat, mereka harus menongkrong di sebuah kursi dan meja yang posisinya belum terjangkau air banjir.

Jika debit air tak kunjung surut juga, warga pun terancam harus mengungsi ke rumah sanak-saudara mereka.

"Bagaimana kami mau tidur nanti malam kalau air tak surut, malah semakin bertambah. Mengungsi lah lagi," kata Yuni, salahseorang warga Perumahan Sadira Green Village.

Di tempat yang sama, pria yang akrab disapa Opung pun melontarkan nada kekecewaannya kepada developer Perumahan Sadira Green Village. Ia mengaku kecewa karena pihak developer tidak kunjung mengatasi persoalan banjir tersebut dengan solusi jangka panjang, seperti memperlebar parit dan membangun saluran air yang kokoh.

"Kami minta pihak perumahan benar-benar bertanggung jawab, ini sudah dua atau tiga kali kebanjiran. Selama itu pula kami memaklumi. Sekarang kami susah kalau terus seperti ini terus," tukasnya.***

wwwwww