Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Riau

Hujan Sehari Semalam Rendam Ratusan Rumah di Kubang Raya

Hujan Sehari Semalam Rendam Ratusan Rumah di Kubang Raya
Banjir di Kubang Raya.
Rabu, 07 Maret 2018 05:49 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Hujan yang melanda Kota Pekanbaru dan sekitarnya sejak Selasa malam (6/3/2018) sampai Rabu pagi (7/3/2018), menyebabkan ratusan rumah di wilayah Kubang Raya, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar terendam banjir.

Dari pantauan di lapangan, banjir yang tingginya melebihi semata kaki ini tampak menggenangi ratusan KK yang ada di Perumahan Sadira Green Village.

Sedari pukul 03.30 WIB, warga pun mulai keluar rumah untuk berjaga-jaga memantau debit air selokan yang terus meluap dan menggenangi halaman rumah mereka.

Di tengah-tengah rinai hujan, berkali-kali petugas ronda perumahan yang mengenakan jas hujan pun berkeliling membangunkan warga untuk waspada banjir sejak pukul 03.00 WIB, Rabu pagi.

"Ini sudah dua kali kami kebanjiran. Setiap hujan deras semalam suntuk, selalu begini. Air meluap karena parit tak sanggup menampung debit air," kata Wahyu di Kubang, Rabu pagi.

Tidak hanya mencemaskan kondisi banjir di komplek rumahnya, Wahyu yang berkuliah di UIN Suska Riau ini juga cemas memikirkan kondisi banjir yang kerap melanda daerah Panam Pekanbaru dan sekitarnya.

"Di sini nggak banjir, Panam banjir terus. Apa lagi di sini sekarang banjir, kemungkinan besar Panam banjir juga yang lebih dari ini. Saya khawatir nanti motor mogok pula kalau dipaksakan melewati banjir. Padahal saya ada jadwal kuliah pagi," cemasnya.***

Kategori:PON, Riau, Olympic
wwwwww