Di Balik Keindahan 'Pulau Tak Berpenghuni' di Bengkalis, Kerap Disinggahi Imigran Gelap Hingga Diduga Dipakai Selundupkan Narkoba
![]() |
| Pulau indah yang terdapat di Bengkalis |
Penulis: Chairul Hadi
Selain itu, satu diantaranya adalah menjadi akses masuk Narkotika. Berbagai cara dilakukan pebisnis gelap untuk dapat menyuplai barang haram ini, termasuk dengan memanfaatkan keberadaan pulau terluar yang berada di wilayah Bengkalis.
Ditambah lagi jika pulau itu tidak berpenghuni, di mana membuat para pelaku dapat leluasa menjalankan bisnis haramnya untuk meraup pundi-pundi uang. Mengantisipasi hal tersebut, kepolisian pun melakukan pencegahan dengan maksimal.
Caranya dengan memperketat pengawasan di pelabuhan tikus/rakyat yang jumlahnya cukup banyak di Bengkalis. Selain itu, langkah lainnya yang ditempuh kepolisian setempat adalah dengan berpatroli dikawasan perairan, hingga wilayah laut yang menjadi teritorinya.
Patroli ini juga dilakukan ke pulau terluar di Bengkalis, dengan melibatkan jajaran Satpolair, diantaranya Pulau Babi dan Beting Aceh yang terkenal akan keindahannya. Namun di balik pesonanya, keberadaan pulau tersebut diduga dimanfaatkan pelaku kejahatan.
"Dua pulau ini masuk pemantauan kita, dengan menerapkan pengawasan berupa patroli disekitarnya, hingga menyusuri daratannya. Dengan fasilitas yang kita miliki, tetap harus dimaksimalkan upaya pencegahannya," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Abas Basuni.
Abas Basuni yang berbincang dengan GoRiau.com Kamis (8/3/2018) siang melanjutkan, pulau-pulau ini bisa saja dipakai para penyelundup dalam bisnisnya. Salah satunya pengiriman Imigran, atau bahkan peredaran Narkoba.
Inilah yang menjadi alasan Polres Bengkalis untuk memperketat pengawasannya. "Pernah beberapa kasus, Imigran singgah di pulau itu, memang di sana tidak ada penduduk dan pemukiman, jadi hanya singgah sebelum melanjutkan perjalanan," sebutnya.
"Sangat dimungkinkan juga dipakai untuk menyelundupkan Narkoba, maka dari itu kita cek dan lakukan patroli serta pengawasan. Jadi rutin kita lakukan. Kalau untuk menempatkan petugas di sana, rasanya tidak memungkinkan karena pulaunya tidak ada penghuni," terang dia.
Kerawanan pulau terluar dijadikan 'wadah' untuk pengedar Narkoba ini juga pernah disinggung oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau melalui Kabid Pemberantasannya, AKBP Haldun. Ketika itu, Haldun menyampaikan bahwa ada pulau di Riau yang dijadikan tempat penyimpanan Narkoba.
"Pelaku menyimpan Narkoba tersebut di pohon-pohon yang dilubangi kemudian ditutup," ungkapnya. Pelaku merasa aman melakukan itu, karena pulau itersebut karena tidak memiliki struktur pemerintahan, terasing, sepi dan minim pengawasan. ***













