Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahyudin: Lawan Korupsi Dengan Pendidikan Berbasis Integritas

Mahyudin: Lawan Korupsi Dengan Pendidikan Berbasis Integritas
Selasa, 10 April 2018 19:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BONTANG - Fenomena makin banyaknya pejabat publik terutama kepala daerah terkena OTT KPK karena kasus korupsi semakin membuat khawatir seluruh elemen masyarakat Indonesia. Padahal semua tersangka korupsi tersebut bukan orang sembarangan, mereka berpendidikan tinggi.

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengungkapkan bahwa kebanyakan para pelaku korupsi memiliki pendidikan yang tinggi. Tentu bukan pendidikannya yang salah tapi para pelaku korupsi tersebut miskin integritas.

"Para pelaku korupsi itu oke-oke, otak pintar hanya integritas yang mereka tidak punya. Maka dari itulah saya sangat berharap agar soal integritas diajarkan dan ditanamkan sejak usia dini seperti di TK atau Paud," katanya, di tengah-tengah memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR, kepada sekitar seribu peserta berbagai elemen masyarakat, di gedung Ainia Rasyifa, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (10/4/2018).

Hadir dalam Sosialisasi tersebut Ketua DPRD Kutai Timur Mahyunadi serta tokoh masyarakat setempat.

Lebih jauh Mahyudin menekankan bahwa lembaga-lembaga pendidikan usia dini seperti TK dan Paud harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya terutama pendidikan integritas. Penekanan pendidikan TK dan Paud yang menitikberatkan agar siswa bisa atau mahir membaca dan menulis lebih baik pendidikan ditekankan kepada pengenalan dan pemahaman integritas. Pelajaran membaca dan menulis biar di sekolah dasar saja.

"Integritas yang baik kepada anak, akan memunculkan generasi Indonesia yang berkualitas, berkarakter, bermoral baik serta memiliki nasionalisme tinggi jika ditambah dengan kepintaran ilmu pengetahuan lainnya, diharapkan alan muncul pemimpin-pemimpin yang baik dan tidak akan melakukan korupsi," ujarnya.

Mahyudin menekankan agar hal tersebut diperhatikan dengan serius sebab saat ini perilaku korupsi sudah sangat luarbiasa kuantitasnya, tidak malu-malu dan sangat meluas. ***

wwwwww