Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Pimpinan MPR Sebut di Bontang Pancasila Menjadi Perilaku

Pimpinan MPR Sebut di Bontang Pancasila Menjadi Perilaku
Selasa, 10 April 2018 19:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BONTANG - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin sebut masyarakat kota Bontang dan secara umum Provinsi Kalimantan Timur telah menjadikan Pancasila sebagai perilaku. Hal tersebut bisa dilihat dari beragamnya penduduk yang tinggal di sana yang bisa hidup berdampingan tanpa mempermasalahkan perbedaan.

"Itu harus diapresiasi, tapi MPR tidak lekas puas diri, MPR akan terus melakukan sosialisasi agar Pancasila ini benar-benar mengakar lebih kuat lagi, benar-benar menjadi pedoman dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat bukan hanya di Bontang tapi juga daerah lain," katanya, usai menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR, di kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (10/4/2018).

Hal tersebut, ditegaskan peraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan ini sangat penting, apalagi di suasana memasuki tahun politik 2018 dan 2019. Pemahaman Pancasila yang sudah menjadi perilaku akan menjaga bangsa tidak terpecah belah gara-gara beda pilihan.

"Selain tahun politik, perilaku Pancasila juga bisa sebagai elemen menghadapi tantangan bangsa yang berat seperti oknum-oknum pihak yang mencoba mengadu domba bangsa kita agar kita saling ribut dan berkonflik. Untuk itu kami selalu turun ke masyarakat untuk terus mengingatkan agar tetap berpegang teguh pada Pancasila,"ujarnya.

Selama ini, lanjut Mahyudin, respon masyarakat seputar sosialisasi sangat kuat, ouputnya nasionalisme rakyat menjadi lebih kuat lagi. Memang, tantangan berat bangsa itu dari jaman perjuangan ada, namun seiring itu rasa nasionalisme juga memang sudah terpatri sejak dulu, dan itu tetap terjaga hingga kini. Buktinya, jika ada yang berusaha menyerang Pancasila semua rakyat maju membela bersama-sama.

"Mudahan-mudahan maraknya Pancasila sebagai perilaku adalah portret nyata yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia," tandasnya. ***

wwwwww