Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
11 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Mencuri Ponsel, Dua Pemuda Tanggung Nyaris Diamuk Massa

Mencuri Ponsel, Dua Pemuda Tanggung Nyaris Diamuk Massa
Suasana di lokasi kejadian
Minggu, 20 Mei 2018 00:06 WIB
PEKANBARU - Dua pemuda tanggung yang belum diketahui identitasnya, Sabtu (19/5) malam sekira pukul 20.00 WIB dikepung massa usai mencuri sebuah ponsel di sebuah konter ponsel di depan Pom Bensin Jalan Rawamangun Pekanbaru.

Kedua pria itu segera dimasukkan oleh seseorang ke dalam ruko tempat mereka mencuri ponsel, untuk menghindari amukan puluhan massa yang datang mengepung. Kebetulan massa ramai datang lantaran mereka usai sholat Isya dari masjid yang dekat dengan TKP.

Kedua tersangka pelaku merupakan warga Perhentian Marpoyan. Salah satu pria pencuri tersebut masih tergolong anak-anak.

Pantauan GoRiau di TKP, dua polisi segera datang dan masuk ke ruko yang ditutup, untuk mengamankan pelaku. Tapi massa ribut diluar minta pelaku dikeluarkan untuk dihukum massa. Polisi dari Sektor Bukitraya tak mau ambil risiko. Setengah jam kemudian datang tiga polisi lagi menggunakan mobil patroli. Polisi mengingatkan massa agar tak main hakim sendiri dengan memukul pelaku. “Jika ada yang menyakiti fisik mereka, kami proses secara hukum,” kata seorang polisi mewanti-wanti.

Memang tak ada yang berani bertindak, kecuali ngomel-ngomel. Bukan karena takut ancaman polisi, tapi kasihan melihat salah satu pelaku yang kira-kira masih duduk dibangku SMP. “Nak dipukul, tak sampai hati pulak,” ujar seorang warga.

Kedua pelaku segera dibawa polisi ke kantor untuk proses hukum lebih lanjut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Olympic, Riau
wwwwww