Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Catat Ya! Pemerintah Janji Lagi Nih, Harga Premium dan Solar Tidak Naik Tahun Ini

Catat Ya! Pemerintah Janji Lagi Nih, Harga Premium dan Solar Tidak Naik Tahun Ini
Senin, 21 Mei 2018 15:49 WIB
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar tidak akan dinaikkan hingga akhir tahun ini.

Hal ini diungkapkan untuk memberi jaminan harga bagi masyarakat, meski harga minyak sudah meleset dari asumsi dalam APBN 2018.

"Harga BBM seperti solar, premium, minyak tanah tidak naik hingga 2019," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, sebagaimana dikutip dari laman kemenkeu.go.id pada Senin (21/5/2018).

Asumsi ICP pada APBN 2018 ditetapkan sebesar 48 dollar AS per barrel, sedangkan realisasinya sudah lebih dari 60 dollar AS per barrel.

Agung menjelaskan, langkah ini diambil dalam rangka meningkatkan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat, terutama untuk mempertahankan daya beli sepanjang bulan puasa dan menjelang Lebaran.

Di satu sisi, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengungkapkan pihaknya sedang mengusulkan penambahan subsidi BBM jenis solar, dari sebelumnya Rp 500 per liter jadi Rp 1.500 per liter.

"Perkiraan kami, tambahan subsidi solar sekitar Rp 1.000 per liter. Sekarang kan Rp 500 per liter, nanti usulannya ditambah Rp 1.000 per liter jadi Rp 1.500 per liter," tutur Djoko.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap subsidi BBM dan listrik sedang dibahas oleh pihaknya bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Fokus pembahasan di antara menteri-menteri tersebut adalah bagaimana tetap menjaga kinerja perusahaan termasuk untuk penugasan pemerintah namun dari sisi APBN tetap bisa sehat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww