Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Voli

DPRD Banten: Aceh Berhasil Terapkan Syari'at dan Kembangkan Pariwisata Islami

DPRD Banten: Aceh Berhasil Terapkan Syariat dan Kembangkan Pariwisata Islami
Sabtu, 26 Mei 2018 02:26 WIB
BANDA ACEH - Meski dikenal sebagai daerah dengan basis keagamaan yang kuat dan menerapkan Syari’at Islam, namun Aceh dinilai berhasil dalam pengembangan dunia kepariwisataan.

Hal tersebut disampaikan oleh Iskandar, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Banten, saat bersilaturrahmi dengan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, di ruang kerja Wagub, Jumat (25/5/2018).

''Aceh memiliki simbol-simbol keagamaan yang kuat Aceh serta telah menerapkan Syari’at Islam, namun di saat yang bersamaan Aceh berhasil mengembangkan sektor pariwisata. Oleh karena itu Aceh harus membagi pengalaman terkait pengembangan pariwisatanya,'' ujar Iskandar.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Aceh yang turut didampingi oleh Asisten II, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjelaskan, di masa-masa awal mengembangkan program pariwisata, sempat ada penolakan-penolakan dari beberapa pihak.

Staf Khusus Wagub Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal menambahkan, pandangan bahwa pariwisata hanya sebatas sea, sun and sex adalah salah satu faktor yang membuat pariwisata sulit dikembangkan, apalagi di Bumi Serambi Mekah.

''Namun dengan memberikan penjelasan yang detil kepada kalangan ulama dan tokoh adat, akhirnya program-program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata didukung oleh semua kalangan,'' kata mantan Wali Kota Banda Aceh itu.

''Pro-kontra tentu saja ada, namun dengan pendekatan dan penyamaan persepsi akhirnya semua pihak mendukung program pariwisata yang digalakkan oleh Pemerintah Aceh. Dalam setiap kegiatan kita selalu menggandeng ulama, jadi setiap program kita tersampaikan dengan benar kepada masyarakat luas,'' imbuh Wagub.

Bahkan, sambung Wagub, saat ini salah satu Dayah di Aceh, yaitu Dayah Ulee Titi terbuka untuk kunjungan wisatawan.

''Pariwisata adalah sektor yang tidak lekang oleh zaman. Dua tahun lalu, Aceh masih belajar dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat terkait pengembangan Pariwisata Halal, Alhamdulillah, perlahan tapi pasti jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat di Aceh,'' imbuh Wagub.

Di saat yang bersamaan, lanjut Wagub, geliat ekonomi masyarakat pun terus berdenyut. Meski masih dalam skala kecil, namun efek dari meningkatnya kunjunngan pariwisata mulai dirasakan oleh masyarakat. Berbagai potensi-potensi ekonomi pun mulai berkembang.

Dengan karakteristik daerah yang hampir sama dengan Aceh, Wagub meyakini Provinsi Banten yang dijuluki sebagai Kota Santri mampu mengembangkan pariwisata Islami di masa mendatang.

''Apapun programnya, soliditas para pemangku kebijakan sangat penting dikedepankan. Dalam sebuah proses pembangunan tidak ada sektor atau bidang yang superior atau lebih penting. Ego sektoral ini justru mengakibatkan pembangunan berjalan lamban. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh bertekad untuk menyelenggarakan pembangunan yang kolaboratif dengan melibatkan semua pihak,'' ujar Wakil Gubernur. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Biro Humas Pemerintah Aceh
Kategori:Voli, Aceh
wwwwww