Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

BBPOM Gerebek 6 Ton Lengkong Berformalin Siap Dipasarkan

BBPOM Gerebek 6 Ton Lengkong Berformalin Siap Dipasarkan
Senin, 28 Mei 2018 12:39 WIB
MEDAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan melakukan penggerebekan industri rumahan pembuatan lengkong berformalin di Desa Blankahan, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Dari lokasi ini petugas menyita 6 ton lengkong berformalin yang siap untuk dipasarkan.

Dalam kasus ini, petugas menetapkan 1 orang tersangka yakni pemilik dari usaha ini. Selain itu, petugas juga menyita 300 cetak ember dan cetak lempeng lengkong. Selain itu ada juga puluhan liter formalin yang disita.

 

"Tadi malam sudah ditemukan salah satu produsen utamanya di Desa Blankahan. Pagi hingga siang hari ini telah dilakukan eksekusi," kata Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan.

Pengungkapan kasus ini menurutnya berawal dari temuan petugas atas beredarnya takjil mengandung formalin yang dijual bebas di pasaran tradisional Kota Medan. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan rangkaian penyelidikan. Hasilnya petugas berhasil menelusuri asal takjil tersebut dan menggerebek salah satu rumah di Langkat.

"Maka sejak kemarin tim kami terus memburu produsennya. Syukur bisa cepat kita temukan dan eksekusi," ujarnya.

Dalam pemeriksaan menurut Yulius tersangka mengaku menggunakan formalis untuk menambah daya tahan lengkong. Jika menggunakan formalin, lengkong yang biasanya bertahan dua hari bisa menjadi tujuh hari.

"Memang hasil pengawasan takjil yang kita periksa di pasaran Kota Medan dan sekitarnya, termasuk Ramadan Fair, sebagian besar aman-aman saja. Begitu ada tiga kasus kita temukan di salah satu pasar di Kota Medan, langsung kita buru," sebutnya.

Sacramento menjelaskan, jika masyarakat mengkonsumsi makanan berformalin dalam waktu lama akan menyebabkan penyakit degeneratif seperti kanker, ginjal, syaraf, dan lainnya.

"Untuk tersangka segera kita proses. Temuan ini berkat kepedulian dan laporan masyarakat serta pengembangan temuan pengawasan takjil oleh BBPOM Sumut serta lintas sektor terkait di Sumut," pungkasnya.***

Editor:Wen
Sumber:rmolsumut
Kategori:PON, Sumatera Utara, Olympic
wwwwww