Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Eks Pilot TNI AU asal Riau Ini Heran dengan Sikap Presiden Jokowi yang Restui Mantan Napi Koruptor Nyaleg

Eks Pilot TNI AU asal Riau Ini Heran dengan Sikap Presiden Jokowi yang Restui Mantan Napi Koruptor Nyaleg
Captain Indonesia Oktoberiandi, SH. (Istimewa)
Kamis, 07 Juni 2018 22:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA – Mantan Pilot TNI AU asal Riau, Captain Indonesia Oktoberiandi, SH mengungkapkan rasa kekcewanya atas sikap Presiden Joko Widodo yang merestui mantan narapidana korupsi ikut menjadi calon anggota legislatif di Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan alumni Akabri 2004 ini kepada GoNews.co di Menteng - Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

"Saya heran dengan sikap Presiden Jokowi yang merestui mantan narapidana korupsi ikut nyaleg di Pemilu 2019. Harusnya Presiden dengan tegas menolak, bukan merestui," ujarnya.

Captain Indonesia Oktoberiandi yang merupakan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Berkarya ini mengatakan, koruptor harus dijauhkan dari aktivitas politik.

"Sungguh ini di luar nalar saya, jika Presiden benar-benar ingin membangun bangsa dan negara ini, koruptor seharusnya dijauhkan dari aktivitas politik di negeri ini," ujarnya.

"Kebijakan Presiden ini sangat tidak populer, rakyat akan semakin menderita," tambah Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya ini.

Ia juga menaruh harapan dan dukungannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk istiqomah menjalankan tugasnya.

"Saya berharap KPU tetap istiqomah, menutup pintu bagi koruptor dalam setiap kegiatan politik di negeri ini. Kita wajib dukung KPU,” tutup alumni SMAN Plus Propinsi Riau ini.***

wwwwww