Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Akademisi dan Aktivis Berharap Sihar Benahi Lingkungan

Akademisi dan Aktivis Berharap Sihar Benahi Lingkungan
Jum'at, 08 Juni 2018 08:32 WIB
Penulis: Rel
MEDAN - Akademisi dan aktivis  lingkungan berharap Sihar Sitorus membenahi lingkungan apabila terpilih menjadi Gubernur Sumut nanti.

Tugas tersebut harus dilakukan, karena kondisi lingkungan di Sumatera Utara (Sumut) sangat memprihatikan.

Di sela-sela acara talk show Inews Dialog, Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Jaya Arjuna mengatakan bahwa tugas penyelamatan lingkungan harus dilakukan pemerintah secepatnya.

Karena itu, apabila Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumut nomor urut dua tersebut terpilih maka hari pertama harus fokus pada program penyelenggara penyelamatan lingkungan. Khususnya untuk membuat program penanaman pohon buah seperti yang dilakukan USU saat ini.

"Dampaknya kan banyak, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Jadi kita berharap pemerintah ke depan harus lebih fokus pada perbaikan lingkungan," jelasnya di Medan.

Jaya Arjuna mengatakan bahwa kerusakan lingkungan saat ini sangat banyak. Salah satu contohnya pengerukan pasir laut di Sumut yang berdampak pada gangguan ekologi dan terancamnya kehidupan warga di sekitar laut. Karena itu harus ada formula dalam penuntasan persoalan lingkungan.

 

Sementara aktivis lingkungan dari Jakarta, Frans Siahaan juga mengatakan hal yang sama. Saat ini menurut lulusan University of Massachusetts Amerika serikat tersebut, izin yang dikeluarkan pemerintah belum difungsikan sebagai instrumen untuk pengendalian dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang.

Karena itu pasangan Djoss yang saat ini  maju di Pemilihan Gubernur Pilgub Sumut memiliki tugas untuk menegakkan hukum atas sejumlah tindakan pelanggaran. Baik pelanggaran administrasi maupun pidana.

"Serta memfungsikan ijin sebagai instrumen pengendalian dan penindakan. Karena ini belum terjadi," paparnya.

Tugas lain menurut Frans adalah meninjau kembali seluruh izin yang ada. Sehingga penerima izin tidak lagi sesuka hati karena adanya tindakan dan pengawasan. "Jangan sembarangan lagi mengeluarkan izin, penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan sektor kehutanan harus dilakukan," paparnya.

Sementara itu, Dana Tarigan dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut juga mengharapkan hal yang sama. Pemimpin baru nantinya harus melakukan penyelamatan lingkungan khususnya untuk tiga juta hektar hutan di Sumut saat ini.

Menurutnya bencana ekologis di Sumut sangat tinggi bahkan dalam satu tahun terakhir mencapai 80 kasus. Termasuk kasus banjir bandang dan longsor.***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan
wwwwww