Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Infrastruktur Rusak, Kades Sei Sentosa Dituding 'Tutup Mata'

Infrastruktur Rusak, Kades Sei Sentosa Dituding Tutup Mata
Seorang anak kecil tampak bermain air di kubangan jalan berlobang.
Sabtu, 09 Juni 2018 19:32 WIB
Penulis: Fendry Nababan
LABUHANBATU - Warga Sei Sentosa kecewa terhadap kinerja kepala desa mereka. Pasalnya, sudah menjabat kurang lebih dari 3 tahun, namun infrastruktur di desa itu tetaplah buruk. Warga pun menuding oknum Kepala Desa Sei Sentosa, Suhardi tidak berpihak kepada warga dan kondisi desanya.

Azril salah satu tokoh pemuda pengurus Karang Taruna Desa Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, mengeluh dengan kondisi akses jalan di Dusun Benteng, rusak dan berlubang, apalagi disaat musim hujan.

"Mereka khatir saat melintas akan membahayakan warga yang melintasi jalan tersebut. Seperti kubangan kerbau saja," ucap Azril, Sabtu (9/6/2018).

Hal senada juga dikatakan Ketua LKMD Desa Sei Sentosa, Patar. Dia pun meminta agar Kepala Desa Sei Sentosa dapat menyikapi dan mendengarkan keluhan warga.

"Sebenarnya mudah saja mengatasi masalah ini, undang pengusaha dan seluruh perangkat desa duduk bersama warga, agar dibuat seperti Perdes," ujar Patar.

Jadi, lanjut dia, setiap pengusaha yang mengambil hasil bumi dari Sei Sentosa, dikenakan pengutipan dana untuk pendapatan Anggaran Desa (PAD) minimal sebulan sekali atau setiap kali melintas ditentukan nominal yang wajib dibayar sesuai kesepakatan.

"Dengan begini, infrastruktur jalan akan selalu terawat dan bisa melibatkan Karang Taruna ataupun LKMD yang bertugas mengelolanya," jelas Patar.

Sementara itu, Kepala Desa Sei Sentosa, Suhardi saat dihubungi terkait buruknya infrastruktur Jalan Benteng itu, belum berhasil memberikan jawaban sampai berita ini dikirim ke meja redaksi.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Voli, PON
wwwwww