Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
13 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Riau

Ketua DPRD Kampar Minta Bupati Beri Sanksi Kasatpol PP

Ketua DPRD Kampar Minta Bupati Beri Sanksi Kasatpol PP
Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri
Selasa, 17 Juli 2018 01:22 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Jatuhnya korban akibat unjuk rasa tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) tidak hanya menuai simpati dari Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri yang datang menjenguk kedua korban di RSUD Bangkinang. Namun ketua lembaga wakil rakyat itu menegaskan bahwa Bupati Kampar harus memberikan sanksi kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini Kepala Satpol PP Kabupaten Kampar Hambali.

"DPRD akan memanggil dan meminta Bupati Kampar memberi sanksi OPD yang arogan. Saya rasa seperti itu, beri tindakan tegas," tegas Ahmad Fikri kepada wartawan disela-sela menjenguk korban kekerasan dalam aksi unjuk rasa tenaga RTK di RSUD Bangkinang, Senin (16/7/2018) malam.

Menurut pria yang akrab disapa Ongah itu, Satpol PP harus mengawal aksi masyarakat, bukan malah sebaliknya melakukan tindakan anarkis terhadap demonstran. "Jangan melakukan tindakan yang anarkis,  sementara mereka nggak ada anarkis. Sekalipun mereka salah, laporkan ke polisi," ulas Ongah.

Ia meminta aparat seperti Satpol PP jangan membuat masyarakat trauma. Namun harus siap mengawal dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Kedepannya jangan sampai terjadi. Kalau ada adek-adek mau jumpa sama Sekda tolong dikawal," pungkas Fikri.

Akibat aksinya membubarkan puluhan massa unjuk rasa yang merupakan tenaga RTK dan aktivis GPPI, Kepala Satpol PP Kampar Hambali terus menuai kritik.

Sejumlah akun media sosial menyesalkan tindakan represif Kepala Satpol PP dan anggota yang terlihat melakukan aksi dorong-dorongan berujung pemukulan dan sebagian menurut pengakuan tenaga RTK mereka ditendang. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww