Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Gempa Guncang Lombok, 10 Orang Dikabarkan Tewas

Gempa Guncang Lombok, 10 Orang Dikabarkan Tewas
Minggu, 29 Juli 2018 11:18 WIB
JAKARTA - Gempa dengan kekuatan 6,4 Skala Richter mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa pada Ahad (29/7) pukul 05.47 WIB. Dikabarkan, gempa menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fisik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut hingga saat ini setidaknya 10 orang dikabarkan telah meninggal dunia akibat tertimpa bangunan yang roboh.

"Sementara tercatat dampak gempa menyebabkan 10 orang meninggal dunia, 40 orang luka dan puluhan rumah rusak. Diperkirakan dampak gempa akan bertambah mengingat pendataan masih berlangsung dan belum semua lokasi terdata," kata Sutopo, Ahad (29/7).

Gempa susulan juga masih terus berlangsung. Hingga pukul 09.20 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 66 kali gempa susulan. Gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. Dampak gempa juga terus bertambah.

"Ini adalah hal yang alamiah dimana setelah terjadi gempa besar, akan diikuti oleh gempa-gempa susulan yang lebih kecil dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng atau sesar yang ada," kata Sutopo.

Saat ini, papar dia, petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan terus melakukan penanganan darurat. Data sementara dari BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat setidaknya di Kabupaten Lombok Timur terdapat 8 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat, 10 orang luka ringan dan puluhan rumah rusak.

Dari 8 korban meninggal terdapat satu orang warga negara Malaysia. Identitas korban meninggal dunia diantaranya Isma Wida, perempuan 30 tahun warga negara Malaysia. Ina Marah, perempuan 60 tahun. Ina Rumenah, perempuan 58 tahun, dan 5 orang meninggal dunia dalam pendataan identitas oleh petugas. Dan di Kabupaten Lombok Utara terdapat 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, dan 7 orang di Puskesmas Bayan.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pascagempa 6,4 SR. "Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada," ungkap Sutopo.

Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten/Kota terdampak gempa. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pendampingan BPBD. Update dampak gempa dan penanganan darurat akan terus disampaikan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:reppublika.co.id
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Nusa Tenggara Timur
wwwwww