Loading...    
           

Update Gempa Lombok, BMKG: 72 Gempa Susulan Terjadi Hari Ini

Update Gempa Lombok, BMKG: 72 Gempa Susulan Terjadi Hari Ini
Minggu, 29 Juli 2018 13:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu (29/7/2018) Pukul 06.47 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki kekuatan 6,4 SR. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa ini dilaporkan telah dirasakan di daerah Lombok Utara VI-VII MMI, Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar pada skala intensitas II SIG-BMKG (IV MMI), Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Karangasem, Singaraja dan Gianyar II SIG-BMKG (III-IV MMI), sementara di Bima dan Tuban II SIG-BMKG (III MMI), Singaraja pada skala II SIG-BMKG atau III MMI dan Mataram pada skala II SIG-BMKG atau III MMI.

Hingga saat ini telah dilaporkan adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut yaitu di Desa Darakunci, Lombok Timur, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Desa Tepes Sepakat, Kecamatan Berang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Hingga pukul 11.00 WITA, hasil monitoring BMKG, menunjukkan telah terjadi 72 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=5,7 pada Pukul 10.16 WITA dan 5 di antaranya adalah gempa dirasakan.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono kepada GoNews.co melalui siaran persnya.***


       
        Loading...    
           
wwwwww