Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Jadi Ikon Kota, Rendang Payakumbuh Kini Siap Mendunia

Jadi Ikon Kota, Rendang Payakumbuh Kini Siap Mendunia
ilustrasi
Selasa, 31 Juli 2018 20:08 WIB
JAKARTA - Sumatera Barat identik dengan makanan yang lezat. Salah satu makanan khas Minangkabau yang namanya telah mendunia adalah rendang.

Hampir semua kota di Sumatera Barat memiliki rendang khas daerahnya masing-masing. Begitu juga dengan Kota Payakumbuh, yang telah lama dikenal sebagai produsen makanan khas Minangkabau.

Keberadaan kampung rendang di Kecamatan Lamposi Tigo Nagori dan rencana Pemerintah Kota membentuk sentra rendang baru di Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara, menjadikan rendang sebagai ikon baru Kota Payakumbuh.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kota Payakumbuh, setidaknya ada sebanyak 36 unit usaha rendang yang beroperasi di Kota Payakumbuh. Produk rendang yang dihasilkan pun bervariasi. Ada berupa rendang telur, rendang paru suir, bakso rendang, rendang suir, dan berbagai bentuk olahan lainnya.

Usaha rendang Payakumbuh telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Setidaknya, beberapa unit usaha rendang milik warga Payakumbuh berhasil mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Misalnya, usaha Dapoer Rendang Riry yang terletak di Kecamatan Latina yang mendapatkan penghargaan One Village One Product (OVOP) dari Kementrian Perindustrian RI pada.

Tahun 2017, giliran usaha Rendang Gadih Payakumbuh mendapat penghargaan dalam Penganugerahan UKM Pangan Award 2017 dari Kementerian Perdagangan RI. Rendang Gadih Payakumbuh berhasil meraih juara 2 Kategori Khusus 'Produk Pangan Unggulan Khas Daerah'.

Pemilik Rendang Gadih, Anwida, mengaku bersyukur dengan keberhasilan yang dicapainya. Ia berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi pelaku usaha rendang lainnya untuk lebih mengembangkan kreativitas produk dengan tetap mengedepankan tradisi dan budaya Minang.

Lain lagi dengan Usaha Rendang Erina. Pelaku usaha yang nama produknya sudah sangat dikenal masyarakat Payakumbuh dan Sumatera Barat ini, mulai menyasar pasar lebih luas melalui pemasaran online.

"Pemanfaatan e-commerce melalui media sosial telah membantu menambah omset penjualan produk rendang kami sekaligus dapat memotivasi untuk meningkatkan hasil produksi, terus berinovasi, dan siap bersaing di pasar domestik, regional bahkan internasional. Kita siap bersaing di era global,” ujar pemilik Rendang Erina, Tri Venindra seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (31/7/2018).

Maju terus rendang Payakumbuh! ***

Editor:Arie RF
Sumber:Liputan6.com
Kategori:Sumatera Barat, Ekonomi, PON, Badminton
wwwwww