Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
11 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
16 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
6 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Zulkifli Hasan: Tantangan Kita Keadilan Hukum dan Kesenjangan

Zulkifli Hasan: Tantangan Kita Keadilan Hukum dan Kesenjangan
Selasa, 14 Agustus 2018 01:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tantangan utama bangsa Indonesia hari ini adalah masalah kesenjangan dan keadilan hukum. Jangan sampai yang terjadi segelintir orang sejahtera dan yang lain justru kelaparan.

"Kesenjangan dan ketidakadilan ini yang memicu permasalahan lainnya seperti radikalisme, kekerasan dan meluasnya kebencian," tandasnya, Senin (13/8/2018).

Hal ini disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menjadi pembicara bedah buku 'Membaca Indonesia' yang diselenggarakan Harian Kompas, Senin (13/8).

Meski demikian, Zulkifli Hasan tetap optimis Bangsa Indonesia akan melewati semua tantangan itu dan menjadi negara maju dan modern dengan segala perbaikannya.

"Sudah banyak ujian yang bangsa Indonesia lewati dan kita tetap berdiri kokoh. Optimisme ini harus diwujudkan dengan bersatu saling menguatkan," tandasnya.

Menjelang tahun politik, Ketua Umum Partai Amanat Nasional ini mengajak semua pihak untuk menjadikan pilpres dan pemilu sebagai ajang adu ide dan gagasan.

"Mari jangan kotori udara kita dengan kebencian dan narasi negatif lainnya. Pilpres itu kompetisi sesama anak bangsa, bukan melawan penjajah Belanda," tutupnya.

Hadir bersama Ketua MPR antara lain Ketua KPK Agus Rahardjo, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir perwakilan dari PBNU dan tamu undangan lainnya.***

wwwwww