Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
24 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Satu Keluarga Dibakar Hidup-hidup Oleh Bandar Narkoba, DPR: Usut Tuntas!

Satu Keluarga Dibakar Hidup-hidup Oleh Bandar Narkoba, DPR: Usut Tuntas!
Rabu, 15 Agustus 2018 11:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus satu keluarga di Makassar, Sulawesi Selatan yang dibakar hidup-hidup oleh bandar narkoba Daeng Ampuh.

Menurutnya, aksi ini merupakan tindakan yang sadis dan mengarah ke tindakan persekusi.

"Tindakan ini sudah biadab dan tak bisa ditoleransi. Bukan hanya kasus kebakarannya saja yang diusut, tapi juga bandar narkoba. Bahkan bandar narkoba dari pimpinan sampai ke akar-akarnya harus diberantas," tegas Taufik ketika dikonfirmasi, Selasa (14/8/2018) kemarin.

Taufik meminta, jaringan narkoba dimanapun harus diberantas. Pasalnya, peredaran narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ia meminta petugas untuk tidak bermain-main terkait pemberantasan narkoba. Apalagi, banyak gembong narkoba masih dibiarkan hidup di dalam penjara.

"Eksekusi mati kepada para gembong narkoba ini harus disegerakan, ini dalam kaitan pemberantasan narkoba. Karena gembong narkoba kadang masih mengendalikan narkoba dari penjara. Hukuman seumur hidup rasanya sudah tidak ampuh. Sepertinya eksekusi mati bisa lebih memberikan efek jera," tegas Waketum PAN itu.

Diketahui, Daeng Ampuh yang merupakan napi kasus narkoba menyuruh temannya M Ilham untuk membakar rumah Fahri pekan lalu. Pemicunya karena Fahri punya utang narkoba ke Daeng Ampuh.

Atas kejadian ini, 6 orang tewas terbakar di dalam rumah, yaitu pasangan suami-istri Sanusi (70) dan Bondeng (65), anaknya, Musdalifa (30), Fahril (24), dan Namira (24), serta cucunya, Hijas, yang masih berusia 2,5 tahun.***

wwwwww