Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Riau

TBS Kelapa Sawit Petani di Riau Hanya Dibeli Rp900 per Kilogram

TBS Kelapa Sawit Petani di Riau Hanya Dibeli Rp900 per Kilogram
Rabu, 15 Agustus 2018 10:20 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau selama dua pekan ini, belum cukup untuk mengembalikan harga sawit yang diterima petani kembali ke angka Rp1.000 per kilogramnya. Pasalnya, petani-petani di Riau hampir dua bulan ini 'menjerit' karena harga sawitnya hanya dibayar Rp900 per kilogram.

"Sudah lepas dari seribu, hasil sawit petani di sini hanya dibeli seharga Rp900 per kilogram," kata Sinem, salah seorang petani sawit di Siarang-arang, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (15/8/2018).

Sejak harga sawit terus merosot selama hingga menyentuh angka Rp900 per kilogram, kata Sinem, pendapatannya pun menurun hingga Rp210 ribu setiap panen atau mencapai Rp420 ribu per bulan.

"Biasanya dua minggu setiap panen dapat Rp1,4 juta, sekarang tinggal Rp1,2 juta. Kalau dihitung sebulan, pendapatan kami berkurang sekitar Rp420 ribu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan, bahwa harga TBS sawit di Riau periode 15-21 Agustus 2018, mengalami kenaikan sebesar Rp28,35 per kilogram.

"Harga TBS sawit pekan ini naik Rp28,35 per kilogram untuk umur 10-20 tahun. Di mana, harga CPO Rp6.763,03 dan harga kernel Rp5.605,10," ungkap Tengku.

Adapun penetapan harga TBS kelapa sawit di Riau selama periode 15-21 Agustus 2018, sebagai berikut : kelapa sawit umur 3 tahun Rp1.149,63; kelapa sawit umur 4 tahun Rp1.283,14; kelapa sawit umur 5 tahun Rp1.372,79; kelapa sawit umur 6 tahun Rp1.413,75; kelapa sawit umur 7 tahun Rp1.467,54.

Selanjutnya, kelapa sawit umur 8 tahun Rp1.513,33; kelapa sawit umur 9 tahun Rp1.562,29; kelapa sawit umur 10 tahun-20 tahun Rp1.605,53; kelapa sawit umur 21 tahun Rp1.567,39.

Kemudian, kelapa sawit umur 22 tahun Rp1.528,63, kelapa sawit umur 23 tahun Rp1.490,48, kelapa sawit umur 24 tahun Rp1.475,10, dan kelapa sawit umur 25 tahun Rp1.413,58. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww