Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
12 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  PON

HUT ke-73 RI, Laki-laki di Bireuen Ikut Lomba Giling Bumbu Secara Tradisional 

HUT ke-73 RI, Laki-laki di Bireuen Ikut Lomba Giling Bumbu Secara Tradisional 
Bapak-bapak mengikuti lomba mengiling bumbu dengan menggunakan batu giling tradisional di lapangan sepakbola samping eks kantor Dinas PU, Bireuen,Minggu (19/8/2018). (foto joniful bahri)
Minggu, 19 Agustus 2018 22:40 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) ke-73, puluhan laki-laki di Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen mengikuti lomba seumupeh (giling bumbu) menggunakan batu giling tradisional, Minggu (19/8/2018).

Sementara di lokasi yang sama, lapangan sepakbola samping eks kantor Dinas PU, Jalan Gayo Bireuen, para ibu-ibu juga mengikuti lomba mengukur kelapa mengenakan baju daster.

Ketua panitia pelaksana, Mahyar Saputra kepada GoAceh.co mengatakan, selain kegiatan ini, lomba yang digelar para Pemuda dan Remaja Dusun Kommes juga menggelar tenis meja, panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, sepakbola pakai kain sarung, balap kelereng dan tarik tambang.

“Kalau untuk lomba kukur kelapa diikuti para ibu-ibu, sementara untuk giling bumbu menggunakan batu giling tradisional, diikuti oleh para lelaki yang sudah berumahtangga,” katanya.

Menurut Mahyar Saputra dua lomba ini membuktikan, kalau kaum bapak-bapak juga mampu melakukan pekerjaan sehari-hari yang lazimnya dikerjakan oleh kaum perempuan, sehingga mengerti, bagaimana sulitnya seorang perempuan.

“Untuk lomba ini, para lelaki wajib mengenakan  kain sarung, sementara lomba kukur kelapa bagi ibu-ibu harus mengenakan baju daster,” sebut.

Selain lomba itu, panitia juga menuntas sejumlah perlombaan bagi anak-anak dan remaja,  dan kegiatan ini berakhir sore harinya, serta langsung dilakukan penyerahan hadiah dan piala bagi pemenang setiap lomba.

Guna menentukan para pemenang pada lomba menggiling bumbu, maka tetap melibatkan para ibu-ibu yang tertua sebagai juri, penilainnya bumbu itu halus dan bersih.“Ini memang unik dan jarang dilaksanakan bila perayaan HUT RI, dan baru kali ini kami bisa melihat langsung acara penuh kocak ini,” sebut seorang penonton, Armia. ***

Kategori:PON, Aceh
wwwwww