Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
11 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Tundukkan Jepang 3-1, Tim Bulutangkis Putra Indonesia ke Final

Tundukkan Jepang 3-1, Tim Bulutangkis Putra Indonesia ke Final
Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Selasa, 21 Agustus 2018 22:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Rekor pertemuan 0-4 atas Takuto Inoue/Yuki Kaneko ternyata tak membuat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto terbebani dalam laga semifinal bulutangkis beregu Asian Games 2018. Bermain di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (21/8/2018), Fajar/Rian justru membalas kekalahan mereka di saat yang tepat dengan kemenangan dua game langsung, dengan skor telak, 21-10, 21-10.

Kemenangan Fajar/Rian ini sekaligus memastikan Indonesia lolos ke partai final beregu putra dengan menaklukkan Jepang, 3-1. Dua angka sebelumnya dipersembahkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Jonatan Christie. Di partai pertama, Anthony Sinisuka Ginting pun sebenarnya sudah nyaris menang, namun ia masih harus mengakui keunggulan Kento Momota.

Prestasi ini tentunya menjadi capaian yang cukup baik, apalagi sudah 16 tahun lamanya tim putra Indonesia tak berada di partai puncak. Tim putra Indonesia terakhir kali merebut emas Asian Games beregu pada tahun 1998 di Bangkok, Thailand.

"Pertama-tama kami bersyukur karena tim Indonesia bisa ke final dan kami menyumbang poin. Kami main enjoy dan rileks, kami tidak terbebani karena Indonesia sudah unggul 2-1, jadi mainnya enak. Kami ingin skornya 3-1 saja. Kami belum pernah menang lawan mereka, ini menjadi motivasi sendiri buat kami," tutur Fajar dalam konferensi pers usai pertanding.

"Kami senang sebagai tuan rumah bisa menang hari ini dan kami bisa membalas kekalahan kami atas Inoue/Kaneko di rumah kami sendiri," tambah Fajar.

Sementara itu, Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi yang merayakan hari ulangtahunnya pada hari ini, sempat berharap kado ulang tahun berupa medali emas.

"Kami bersyukur bisa ke final, kalau nggak salah Indonesia sudah 16 tahun nggak ke final. Suatu kebanggaan untuk tim putra, khususnya tim ganda putra bisa menyumbang angka. besok kita di final melawan Tiongkok, kami mohon doa dan dukungan semuanya, semoga Istora lebih penuh lagi," kata Herry.

"Anak-anak memberikan ucapan selamat ulang tahun ke saya, lalu saya bilang saya mau kado. Kalau bisa kadonya medali emas," ujar Herry sambil tertawa.

Di babak final, tim putra akan berhadapan dengan Tiongkok. Tim Tiongkok ke partai puncak setelah mengalahkan Taiwan dengan skor 3-1. *

wwwwww