Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Pantun UAS untuk Sandiaga Uno

'Manusia Boleh Buat Tipu Daya, Apalah Susah Bermain Kata, Tapi Ada yang Maha Kuasa, Bila Berkehendak Semua Nyata'

Manusia Boleh Buat Tipu Daya, Apalah Susah Bermain Kata, Tapi Ada yang Maha Kuasa, Bila Berkehendak Semua Nyata
Selasa, 04 September 2018 20:23 WIB
PEKANBARU - Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan pantun nasihat kepada Sandiaga Salahuddin Uno saat prosesi adat Tepuk Tepung Tawar di Balat Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Selasa (4/9/2018) sore.

"Manusia boleh buat tipu daya, apalah susah bermain kata, apalagi bermain citra. Tapi ada Yang Maha Kuasa, bila dia berkehendak semua nyata. Detak jantungmu dalam kuasanya, bila Dia katakan Kun kau pun sirna," kata dai bergelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu.

Kepada Sandiaga, dia juga menyampaikan pantun nasihat kepada penguasa. "Kalau mentari duduk di istana, tentulah kaki akan melangkah Kalau Allah titipkan kuasa, jangan angkuh semena-mena Kalau Allah titipkan kuasa, kaya dan miskin dipandang sama"

"Kalau Allah titipkan kuasa, cerdik mulia bodoh dibina. Kalau Allah titipkan kuasa, jangan asyik bersolek rupa. Kalau Allah titipkan kuasa, padi disemai dipetik serta Kalau Allah titip kuasa, bagilah minyak itu merata-rata"

Selain itu dia berpantun tentang pekerja Indonesia yang berada di luar negeri.

"Pahlawan devisa negara meninggalkan sanak saudara hanya mencari pelepas dahaga. Negeri kaya tiada terkira, mengapa tiada dibina serta. Akhirnya apa yang terkata, menjadi kuli di rumah saudara, mereka tiada hina".

Tidak hanya pantun serius, UAS juga menyampaikan pantun jenaka. "Anambas di tengah samudera, pipa gas di pelupuk mata. Untaian zamrud khatulistiwa, budak melayu duduk menyapa. HP mahal tiada berguna, tak ada signal kata mereka."

Pantun jenaka lainnya dia sampaikan membalas Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abu Bakar, yang mengibaratkan UAS dan Sandiaga Uno bagaikan mentari dan rembulan.

"Kata Datuk Syahril Abu Bakar, dia dikirimkan mentari dan bulan purnama. Entah siapa mentari siapa purnama, akulah agaknya purnama karena gelap gulita," katanya, disambut derai tawa pendengar.

Prosesi Tepuk Tepung Tawar untuk Sandiaga sendiri dihadiri oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, Datuk Al Azhar, Ketua DPH LAM Datuk Syahril Abu Bakar, mantan gubernur Riau Saleh Djasit dan Wan Abu Bakar. Ada juga Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani dan Anggota DPR RI asal Riau Eddy Tanjung dan Sayyed Abu Bakar. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara Riau
Kategori:Riau, DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, PON
wwwwww