Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Dapat Cegah Kebakaran Hutan, Pohon Gaharu akan Ditanam di Lahan Gambut Kabupaten Siak

Dapat Cegah Kebakaran Hutan, Pohon Gaharu akan Ditanam di Lahan Gambut Kabupaten Siak
Kegiatan dialog alih teknologi dengan tema pengembangan budidaya gaharu di Kabupaten Siak,
Kamis, 06 September 2018 20:12 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Presiden Joko Widodo sudah menegaskan tidak boleh menanam sawit lagi di lahan gambut. Untuk itu masyarakat mulai melirik komoditi tanaman lain. Salah satunya budidaya gaharu yang mulai dikembangkan di Kampung, Tuah Indrapura, Kecamatan Bungaraya, Siak, Riau.

Dalam kegiatan dialog alih teknologi dengan tema pengembangan budidaya gaharu di Kabupaten Siak, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menjelaskan dengan detail bagaimana melestarikan dan memanfaatkan lahan gambut ini. Apalagi gaharu mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan.

"Tanaman gaharu sangay cocok untuk lahan gambut, salah satu manfaatnya menghindari terjadinya kebakaran hutan. Selain itu juga akan dicari jenis-jenis tanaman lainnya yang bisa ditanam di lahan gambut tersebut, seperti nenas dan tanaman lainnya," tutur Bupati Siak, Kamis (6/9/2018) petang.

Narasumber Ahli Gaharu Sentot Adi Sasmuko juga dihadirkan dalam kegiatan itu untuk memberikan wawasan dan informasi tentang peranan gaharu pada lahan gambut. selain itu juga harus ada perbaikan manajemen ekosistem di lahan gambut yang mudah terbakar.

"Sehingga harus ada manajemen ekosistemnya yang pas terutama berkaitan dengan mengatur tata air," kata Syam lagi di hadapan Kepala Badan Restorasi Gambut RI (BRG) Nazir Foead, Deputi IV BRG RI Haris Gunawan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ade Rio, para Penyuluh Pertanian (PPL) se - Provinsi Riau, Camat Bungaraya Hendi Derhavin serta masyarakat setempat.

Sementara Kepala BRG RI Nazir Foead, mengatakan lahan gambut yang paling dalam sedunia itu ada di Riau, yaitu mencapai 36 meter. Dirinya tertarik saat diundang ke Kampung Tuah Indrapura.

"Semoga kampung ini mendapat tuah dan berkah sesuai dengan namanya. Dan tentunya akan menjadi motivasi bagi kecamatan lainnya untuk dapat membudidayakan tanaman gaharu ini," kata Nazir.

Dijelaskannya juga, Indonesia dengan lahan gambut tropis terluas menjadi perhatian dunia. Hal ini menjadi perhatian serius dari presiden untuk mengembangkan potensi dan upaya restorasi gambut.

"Mari kita jaga dan mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan sekaligus bisa meningkatkan ekonomi masyarakat," ajak Nazir Foead.

Restorasi gambut adalah proses panjang untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak dari lahan gambut yang terdegradasi. Restorasi ekosistem gambut dilakukan dengan menjaga kandungan air di dalamnya.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww