Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Riau

Khawatir Banyak Proyek Tak Tuntas, Pemkab Pelalawan Akan Lakukan Langkah Ini

Khawatir Banyak Proyek Tak Tuntas, Pemkab Pelalawan Akan Lakukan Langkah Ini
Proyek rehab gedung DPRD Pelalawan
Selasa, 25 September 2018 15:38 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Sudah memasuki masa akhir bulan September, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan semakin mengkhawatirkan sejumlah proyek yang sedang dilaksanakan, belum mencapai target sebagaimana mestinya.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pelalawan, Atmonadi akan segera mengadakan rapat evaluasi terkait kegiatan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Pelalawan.

"Insya Allah pertengahan Oktober, sebelum HUT Kabupaten Pelalawan kita adakan rapat evaluasi kegiatan," katanya.

Ditegaskan Atmonadi, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam melakukan evaluasi progres fisik kegiatan masing-masing OPD harus benar-benar melakukan pengecekan secara langsung. Hal ini untuk menghindari terjadinya manipulasi data.

"KPA dalam mengevaluasi progres fisik harus benar-benar melakukan cek dan ricek ke lapangan. Harus melihat kondisinya," jelasnya.

Menurut mantan Kadis Pertanian ini, dalam pembayaran suatu kegiatan proyek fisik harus disesuaikan dengan progres di lapangan. Ia juga berpesan, kegiatan yang mempunyai daya tarik luar biasa untuk dapat menjadi perhatian.

"Kita tidak tahu belakangnya bagaimana, yang penting dalam pembayaran harus disesuaikan dengan kondisi progres yang ada di lapangan," pesannya, pada kesempatan acara coffee morning, Senin (247/9/2018).

Informasi tambahan. Tahun ini, dua proyek yang mempunyai daya tarik luar biasa dan menjadi perhatian publik diragukan akan dapat selesai tepat waktu.

Dua proyek tersebut yakni, rehab gedung DRPD Pelalawan  bersumber dari APBD Pelalawan 2018 dengan nilai kontrak Rp 3.282.839.705.04 dengan kontraktor pelaksana PT Kemuning Yona Pratama.

Proyek pembangunan Instalasi Rawat Inap (Irna) RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci. Proyek dengan nilai kontrak Rp 10.367.767.489 dikerjakan oleh PT Satria Lestari Multi. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww