Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

Sempat Menolak Hadir, Bupati Kepulauan Meranti Akhirnya Penuhi Panggilan Bawaslu Riau

Sempat Menolak Hadir, Bupati Kepulauan Meranti Akhirnya Penuhi Panggilan Bawaslu Riau
Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir saat sampai di Bawaslu Riau
Jum'at, 26 Oktober 2018 16:58 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Bupati Kepulauan Meranti yang sempat menyatakan tidak akan menghadiri panggilan Bawaslu Riau, akhirnya memenuhi panggilan tersebut, Jumat, (26/10/2018). Sekitar pukul 16.00 WIB, Irwan Nasir menjalani pemeriksaan terkait keikutsertaannya dalam Deklarasi Pro Jokowi.

Usai diperiksa, kepada wartawan Irwan Nasir yang hadir mengenakan kemeja putih tersebut mengatakan, Bawaslu Riau sempat mengkonfirmasi akan mendatanginya langsung untuk meminta keterangan, apabila ia menolak hadir.

"Pertama kita mengatakan tidak akan datang, lalu yang kedua kalinya Bawaslu mengkomunikasikan kepada kita bahwa akan mendatangi langsung. Kita kan jadi tidak enak dan merasa sombong sekali jika mereka yang mendatangi," ungkapnya.

Sementara itu, terkait dukungannya kepada Jokowi, Irwan Nasir menyatakan hal itu adalah atas namanya secara pribadi dan bukan atas nama jabatannya sebagai bupati.

"Kita mendukung secara pribadi, bukan atas nama bupati," singkatnya.

Selain itu, Bupati Pelalawan ini juga mengklarifikasi bahwa tanda tangan yang dibubuhkannya di kertas deklarasi itu adalah privat dan seharusnya tidak legal diumbar kepublik. Tanda tangan itu juga merupakan dukungan mereka sebagai presiden dan bukan sebagai Capres 2019.

"Kertas deklarasi yang kami tanda tangani dengan Projo sebagai bupati itu adalah privasi yang dilakukan diruang tertutup sebelum deklarasi. Itu adalah dokumen internal dan ilegal disebar ke publik," pungkasnya. ***

wwwwww