Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Informasi Rampung, Bawaslu Riau akan Putuskan Perkara Pidana Sejumlah Kepala Daerah Ikut Deklarasi Projo

Informasi Rampung, Bawaslu Riau akan Putuskan Perkara Pidana Sejumlah Kepala Daerah Ikut Deklarasi Projo
Sabtu, 27 Oktober 2018 12:42 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Bawaslu Riau akan membuat kesimpulan terkait keikutsertaan sejumlah kepala daerah dalam Deklarasi Pro Jokowi (Projo). Rencananya, antara Senin (29/10/2018) atau Selasa (30/10/2018), Bawaslu Riau akan memutuskan apakah ada pelanggaran pidana ataupun administrasi terkait Deklarasi Projo yang dimana sejumlah kepala daerah tersebut disinyalir membubuhkan tanda tangannya untuk mendukung Presiden Jokowi yang hendak mengikuti Capres 2019.

"Setelah berhasil merampungkan keterangan yang dibutuhkan, dari sejumlah kepala daerah, ahli pidana, dan juga panitia Projo, kita akan membuat kesimpulan. Dalam 1 atau dua hari kerja kita akan memutuskan ada unsur pidananya atau tidak," ujar Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan kepada wartawan, usai memeriksa Gubernur Riau terpilih Syamsuar, Jumat malam, (26/10/2018) kemarin.

Rusidi menerangkan, selanjutnya jika ditemukan pelanggaran pidana, Bawaslu akan melanjutkan kasus tersebut hingga kejenjang hukum yang lebih tinggi, sementara jika tidak, maka kasus ini akan dihentikan.

Sementara itu, terkait kepala daerah yang sudah dimintai keterangan diantaranya ada 7, yakni Bupati Rohul, Walikota Pekanbaru, Bupati Kampar, Pelalawan, Inhil, Kepulauan Meranti, dan Gubernur Riau terpilih periode 2019 - 2023.

"Beberapa datang ke Bawaslu, sebagian kita jemput bola atau mendatangi langsung kekediamannya. Nanti yang lain juga akan kita jemput bola, tapi keterangan yang kita dapat sekarang sudah mencukupi," terangnya.

Rusidi kemudian mengatakan terkait kesimpulan tersebut belum bisa dipublis untuk sementara. Adapun dalam menyimpulkan apakah ada pelanggaran atau tidak, menurutnya ada berbagai aspek, seperti keterangan kepala daerah, keterangan saksi pidana, bahkan niat dari kepala daerah tersebut dalam deklarasi. ***

wwwwww