Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
19 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

TKI Dieksekusi Mati di Arab Saudi, Fahri Hamzah: Terlalu Banyak Isu, Pemerintah dan DPR Kecolongan

TKI Dieksekusi Mati di Arab Saudi, Fahri Hamzah: Terlalu Banyak Isu, Pemerintah dan DPR Kecolongan
Rabu, 31 Oktober 2018 19:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku kaget mendengar ada seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, bernama Tuti Tursilawati telah dieksekusi mati oleh Pemerintahan Arab Saudi, pada Senin (29/10/2018) lalu.

Apalagi, eksekusi mati itu dilakukan tanpa notifikasi atau pemberitahuan terlebih dulu kepada pemerintah Indonesia.

"Saya kira pemerintah perlu membuat pernyataan apa yang terjadi dengan warga negara kita ini?" kata Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sebab lazimnya, menurut Fahri Pemerintah Indonesia biasanya mendapat laporan terlebih dahulu dari Pemerintahan Arab Saudi, sebelum eksekusi dilakukan.

Laporan itu biasanya, diberikan secara rinci mulai dari perkara, pendekatan yang telah ditempuh, dan pendekatan kepada keluarga penuntut.

"Kalau dimaafkan keluarga, dalam kasus pembunuhan itu biasanya juga bisa dimanfaatkan oleh pengadilan. Nah, ini kita enggak dapat, tiba-tiba jadi (eksekusi mati)," katanya.

Karena itu, politisi dari PKS itu mendesak pemerintah perlu membuat pernyataan apa yang terjadi dengan warga negara Indonesia ini.

Atas eksekusi mati terhadap TKI asal Indonesia tersebut, Fahri yang juga menjabat sebagai Ketua Timwas TKI DPR itu menyebut kalau pemerintah dan DPR kecolongan.

"Mungkin terlalu banyak isu lain ini ya, kita lagi banyak sekali isu, akhirnya banyak yang tertinggal juga," kata Anggota DPR asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Diketahui, pada Senin 29 Oktober 2018, pemerintah Arab Saudi, telah mengeksekusi mati TKI asal Majalengka, bernama Tuti Tursilawati.

Tuti bekerja sebagai perawat lansia pada sebuah keluarga di Kota Thaif, sejak 2009. Namun pada 2010 Tuti didakwa membunuh majikannya, Suud Malhaq al-Utibi.

Informasi ini didapat dari status yang ditulis Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah akun Facebooknya, Selasa, 30 Oktober 2018, setelah menerima kabar eksekusi Tuti dari seorang temannya di Kementerian Luar Negeri, tadi pagi.

Menurut Anis, Tuti dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahauan resmi kepada pemerintah Indonesia. "Kemarin pagi jam 9 waktu Arab, Tuti Tursilawati dieksekusi mati di Arab Saudi tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia," tulis Anis menulis di akun Facebooknya.***

wwwwww