Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Dua Warga Kerumutan Pelalawan Tewas Dalam Sumur, Diduga Hirup Asap Mesin Penyedot Air

Dua Warga Kerumutan Pelalawan Tewas Dalam Sumur, Diduga Hirup Asap Mesin Penyedot Air
Suasana evakuasi korban meninggal di dalam sumur di Kelurahan Kerumutan, Pelalawan.
Selasa, 13 November 2018 09:01 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Dua orang warga Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan meninggal di dalam sebuah sumur. Diduga kuat menghirup asap mesin penyedot air.

Kroban yang meninggal di dalam sumur milik Murni (43) warga Kelurahan Kerumutan, masing-masing bernama Syafri (32) dan Alukman Saputra (31).

Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan, Selasa (13/11/2018) pagi mengungkapkan, peristiwa yang terjadi pada hari Minggu pagi, saat korban akan menguras sumur milik Murni yang kotor dan berbau.

"Syafri dibantu Alukman Saputra membawa mesin Robin (mesin penyedot air) yang mana Syafri turun membawa mesin ke dalam sumur sedangkan Alukman menunggu di atas sumur," ungkapnya.

Lanjut Kapolres, namun sebelumnya pemilik rumah telah melarang agar mesin Robin jangan dibawa masuk ke dalam sumur.

"Setelah mesin Robin dihidupkan Syafri naik ke atas dan meminum teh serta makan gorengan bersama Alukman sembari menunggu mesin Robin menguras air di dalam sumur," jelasnya.

Sambungnya, setelah 30 menit berlalu Syafri hendak mematikan mesin Robin ke dalam sumur air karena air dalam sumur sudah kering. Namun pemilik rumah melarang agar jangan turun ke bawah.

"Saat turun, Syafri terpeleset jatuh ke bawah. Melihat temannya jatuh Alukman langsung turun ke bawah untuk membantu rekannya," katanya.

Dari dalam sumur, kata Kapolres lagi, Alukman meminta tolong kepada warga yang ada Murni dan Siska yang ada saat itu untuk memanggil orang agar membantu mengangkat kedua orang yang ada di dalam sumur.

"Warga kemudian mesin Robin yang masih dalam keadaan hidup. Keduanya berhasil diangkat ke atas dan dilarikan ke Puskeasma Kerumutan, namun dinyatakan sudah meninggal," tutup Kapolres Pelalawan kepada GoRiau. ***

wwwwww