Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Pelajar SD di Langgam Tewas Tertabrak Bus Sekolah PT Agrita Sari

Pelajar SD di Langgam Tewas Tertabrak Bus Sekolah PT Agrita Sari
Bus sekolah PT Agrita Sari, Tabrak siswi sekolah dasar. Korban saat akan di evakuasi dari lokasi kejadian.
Selasa, 13 November 2018 08:18 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Seorang siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabulaten Pelalawan tewas akibat tertabrak bus milik PT Agrita Sari, Selasa (13/11/2018) pagi ini.

Informasi yag dirangkum GoRiau, siswi yang masih duduk di kelas 4 bangku sekolah dasar ini tewas tertabrak oleh bus yang digunakan untuk antar jemput anak karyawan perusahaan.

Piona, anak dari Anto salah seorang karyawan PT Agrita Sari ini tewas di lokasi kejadian tertabrak bus sekolah bernomor polisi BM 7406 DA.

"Kejadiannya tadi pagi, masih dilokasi perusahaan," kata Kaharudin.

Menurut warga ini, di lokasi kejadian masih di areal perusahaan tersebut tidak terdapat halte bus sebagai tempat untuk menunggu dan menurunkan penumpang atau anak sekolah.

"Menurut warga, bus sekolah itu tidak ada kenek (pembantu sopir). Halte bus juga tidak ada," kata Kaharudin.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti kronologi terjadinya kecelakaan yang menewaskan siswi sekolah dasar anak karyawan PT Agrita Sari. ***

wwwwww