Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Alat Peraga Kampanye di Angkutan Umum Dilarang, Sopir Kaget Kena Razia

Alat Peraga Kampanye di Angkutan Umum Dilarang, Sopir Kaget Kena Razia
Petugas Bawaslu Pelalawan mencopot branding yang dipasang di angkutan umum
Rabu, 21 November 2018 12:54 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan menertibkan branding alat peraga kampanye yang ditempel di angkutan umum. Sejumlah kendaraan umum terjaring razia ini.

Penertiban dilakukan dengan mencopot gambar yang terpasang di kaca angkutan umum di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pasar Baru, Kota Pangkalan Kerinci, kemarin.

"Kita dapati empat kendaraan angkutan umum, dua travel dan dua angkot," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Pelalawan, Mabrur, Rabu (21/11/2018).

Empat kendaraan umum yang terkena razia tersebut, sebut Mabrur, terpampang gambar pasangan calon wakil presiden dan calon wakil presiden lengkap dengan nomor urut di kaca mobil bagian belakang.

"Branding hanya diperbolehkan untuk mobil pribadi dan mobil milik pengurus partai politik, jadi pemasangan branding di angkutan umum dilarang," jelasnya.

Sopir angkutan umum yang terkena razia, kaget lantaran tidak mengetahui hal itu dilarang. Panwaslu pun mengimbau kepada pemilik angkutan umum lainnya untuk mencopot branding yang ada di kendaraan umumnya.

"Juga kita imbau, kita minta kepada para pemilik angkutan umum yang lain untuk mencopot," pungkas Mabrur kepada GoRiau.

Penertiban dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten Pelalawan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak kepolisian. ***

wwwwww