Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
14 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Pejabat Kuansing,30 Adegan Diperagakan

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Pejabat Kuansing,30 Adegan Diperagakan
Senin, 26 November 2018 18:51 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Abdul Muluk alias Adeng, membawa Riski Ramadhan alias Faris ke sebuah semak belukar, dekat Sungai Kuantan. Di situlah, ia menghabisi Faris dengan sebilah pisau lalu merampas sepeda motornya.

Begitulah beberapa adegan yang diperlihatkan Adeng saat beraksi sebagai begal.

Adegan demi adegan tergambar dengan jelas pada rekonstruksi kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), Senin (26/11/2018) siang.

"Ada 30 adegan yang ditampilkan tadi, mulai dari perencanaan, aksi dan menjual motornya," ujar Kasat Reskrim Polres Kuansing Andi Cakra kepada GoRiau.com di Mapolres Kuansing.

Rekonstruksi ini juga disaksikan oleh Kasi Pidum Kejari Kuansing M. Fitriady bersama Kasi Intel Kicky Arityanto serta jaksa yang memegang perkara ini.

"Tersangka Adeng mengeksekusi korban sendirian. Setelah dihabisi, ia membuang korban ke sungai bersama pisau. Setelah itu, baju yang ia kenakan bersimbah darah juga dibuang," ujar Andi.

Setelah itu, Adeng langsung mencari Aswandi di rumahnya. Namun, ia tidak bertemu. Adeng pun sempat mencari Aswandi di kampung Aswandi di Kari. "Mereka bertemu di SMP Pangean."

"Kemudian, mereka pergi ke Baturijal untuk menjual sepeda motor KLX ke Asdedi," tambah Andi. Saat itu, Asdedi hanya membayar Rp500 ribu dan sisanyaRp4,5 juta akan diangsur.

"Adeng sempat mencoba menunggu mobil untuk pulang. Tapi, tidak dapat. Karena itu, ia minta antar sama Asdedi. Ia diantar sampai Inuman. Di situ, tersangka dijemput oleh Afri," ujar Andi. Sementara, Aswandi memilih pulang sendiri dengan sepeda motornya.

Dalam reka adegan ini, penyidik hanya mendatangkan dua tersangka. Untuk tersangka Asdedi sudah dilimpahkan ke Kejari Kuansing. ***

wwwwww