Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

5 Tahun ke Depan, Diperkirakan Banyak Perusahaan di Dumai yang Tutup, Ini Penyebabnya...

5 Tahun ke Depan, Diperkirakan Banyak Perusahaan di Dumai yang Tutup, Ini Penyebabnya...
Kamis, 29 November 2018 18:51 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Dumai memprediksi lima tahun kedepan banyak perusahaan yang akan gulung tikar terkait Peraturan Pemerintah No 78 tahun 2015.

Ketua Kadin Kota Dumai, Zulfan Ismaini menyebutkan, kenaikan Upah Minimal Kota (UMK) berdasarkan peraturan pemerintah tersebut sangat berat bagi dunia usaha di daerah tersebut.

''Saat ini UMK di Kota Dumai sudah mencapai Rp 3,1 juta, dan kita memprediksi lima tahun kedepan bisa menjadi Rp 5 juta," kata Zulfan Ismaini, Kamis (29/11/2018).

Dikatakannya, prediksi tersebut berlandasan ketentuan PP 78 tahun 2015 tersebut, dimana jelas mengatur kenaikan upah pasti setiap tahunnya.

''Kalau ini terjadi, maka dunia usaha terancam gulung tikar dikarenakan tidak mampu membayar upah bagi pekerja," katanya menjelaskan.

Disebutkannya juga, kenaikan UMK tersebut tentunya menjadi beban yang cukup berat bagi dunia usaha di kota pelabuhan di pesisir Provinsi Riau, Dumai sendiri dikenal kawasan industri kelapa sawit, dimana sektor tersebut terus mengalami penurunan harga.

''Kenaikan UMK ini menjadi beban tambahan, begitu juga dengan sektor marginal,'' katanya menegaskan.

Terkait hal tersebut, dirinya berharap pemerintah harus mencarikan solusi untuk menghindari kondisi ini.

''Kita juga akan mengajak pihak pemerintah dan serikat untuk melakukan langkah strategis yang berpihak terhadap pekerja ataupun buruh, namun juga menjaga keberlangsungan dunia usaha," katanya mengakhiri. ***

wwwwww