Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
24 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Pasokan Kurang tapi Permintaan Tinggi, Masyarakat Inhu Berharap Penambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg

Pasokan Kurang tapi Permintaan Tinggi, Masyarakat Inhu Berharap Penambahan Kuota Gas Elpiji 3 Kg
Sabtu, 01 Desember 2018 05:42 WIB
Penulis: Jefri Hadi
RENGAT - Pemilik pangkalan gas elpiji tiga kilogram mengaku masih kewalahan melayani permintaan masyarakat karena kuota yang diterima dari agen penyalur gas bersubsidi pemerintah terbatas. Bahkan kuota yang diterima pangkalan jauh lebih sedikit dari jumlah permintaan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pangkalan.

Seperti yang dialami oleh, Sudirman, pemilik pangkalan gas Pratama Pekan Heran, Indragiri Hul, Riau. Dirinya mengaku, setiap kali masuk 1 kali dalam seminggu, jumlah gas yang diterima dari agen penyalur hanya 260 tabung.

Jumlah itu, tentu jauh lebih sedikit dari jumlah yang dibutuhkan masyarakat. Pasalnya, jumlah KK (kepala keluarga) yang ada di Desa Pekan Heran tempat pangkalan itu berdiri, jauh lebih banyak.

"Kuota gas yang kita terima setiap minggu dari agen penyalur hanya 260 tabung, sedangkan jumlah KK yang masuk dalam daftar pelanggan pangkalan ini sebanyak 888 KK,'' tutur Sudirman.

Salah satu tingginya permintaan gas itu, sebut Sudirman, karena adanya lonjakan konsumen atau masyarakat yang terus beralih dari minyak dan kayu bakar ke gas.

Selain itu, jumlah pangkalan gas dalam satu desa juga sangat minim, ditambah jauhnya jarak dari satu pangkalan dengan pangkalan yang lain yang membuat konsumen dalam satu pangkalan menumpuk, terangnya.

Setiap kali pasokan gas masuk, dalam hitungan jam langsung habis terjual, sehingga masyarakat yang datang terlambat tidak kebagian dan harus mencari ke pangkalan lain. ***

wwwwww